Pemerintah Indonesia mewanti-wanti efek penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran. Sebab, penutupan selat ini akan memengaruhi harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah terus melakukan monitor terkait perkembangan konflik di Timur Tengah.
Ya kan kita monitor aja kan setiap minggu up and down,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, 13 Juli 2026.
Airlangga mengatakan, harga minyak dunia bisa terdampak jika Selat Hormuz ditutup kembali oleh Iran.
Harga minyak tergantung selat (Hormuz),”
tuturnya.
Harga Minyak Naik


Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 13 Juli 2026, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan September berada di level US$79,29 per barel pada pukul 02:00 waktu setempat, atau di level tertinggi sejak 22 Juni.
Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan pada Minggu kemarin bahwa mereka telah melancarkan puluhan serangan terhadap Iran guna melemahkan kemampuannya menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan sebelumnya, setelah menuduh pasukan Iran secara terang-terangan menyerang kapal kontainer berbendera Siprus, MV GFS Galaxy, saat kapal tersebut sedang melintasi selat tersebut.
Selat Hormuz merupakan koridor maritim yang vital bagi perdagangan global. Iran tidak menguasainya. Pasukan AS telah ditempatkan dan siap memastikan kebebasan bernavigasi tetap tersedia bagi pelayaran komersial meskipun Iran terus melakukan agresi, intimidasi, ancaman, dan pernyataan sepihak yang tidak beralasan,”
kata Centcom.























