Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026. Rupiah tercatat melemah, namun IHSG mengalami penguatan.
Untuk rupiah anjlok sebesar 0,24 persen atau 44 poin menembus level Rp18.109 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat tipis 1,92 persen ke level 6.037.
Rupiah bersama nilai tukar Asia lainnya sama-sama mengalami pelemahan di antaranya Rupee India (INR) amblas 0,36 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,27 persen.
Iklan
Kemudian Baht Thailand (THB) ambruk 0,14 persen, Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,08 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,07 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,06 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) merosot 0,05 persen.
Perang dan Kejagung
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (kiri) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dan AS.
Pasukan AS dan Iran telah saling melancarkan serangan rudal dan drone berat, dengan Teheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz yang vital,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Senin, 13 Juli 2026.
Sedangkan dari dalam negeri, pelemahan rupiah berasal dari respons negatif pasar terhadap dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dan konflik antara aparat penegak hukum.
Kasus hukum yang terjadi saat ini bisa berdampak terhadap ekonomi. Pasalnya, hukum sebagai faktor lingkungan bisnis jelas sangat memengaruhi kinerja ekonomi melalui perilaku ekonomi, efisiensi ekonomi, investasi maupun inovasi,”
jelasnya.
Ibrahim menuturkan, negara yang memiliki sistem hukum buruk seperti Indonesia cenderung terhambat kinerja dan pertumbuhan ekonominya. Sebab, dengan hukum yang hancur seperti ini maka tidak ada kepastian hukum dan secara otomatis kepercayaan investor jatuh.
Ditambah kebijakan tidak pro pasar, yang menyebabkan terjadinya vote of no confidence yang akan menghambat perekonomian. Keadaan ini pada gilirannya akan menghambat pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat meningkat,”
terangnya.
377 Saham Naik
Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Sementara itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,1 triliun dengan melibatkan 26,3 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 377 saham naik, 167 tidak bergerak, dan 250 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menguat 31,07 persen ke Rp135
PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) menguat 25,40 persen ke Rp79
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) kokoh 25 persen ke Rp650
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: