Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen mendorong penyelesaian konflik di Myanmar dan menyatakan siap menjadi tuan rumah untuk memfasilitasi proses rekonsiliasi.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Indonesia sejak awal konsisten mendorong penyelesaian konflik Myanmar melalui jalur diplomasi.
Menurutnya, Indonesia tidak hanya mendukung dialog, tetapi juga siap menyediakan tempat apabila dibutuhkan untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai.
“Kami tentu akan selalu siap untuk menjadi tuan rumah atau memberikan fasilitas agar terjadinya dialog dan mencari jalan keluar,”
kata Arrmanatha di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 16 Juli 2026.
Teguh Konsensus 5 Poin Asean
Arrmanatha mengingatkan Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif mendorong lahirnya Five-Point Consensus, kesepakatan ASEAN yang menjadi acuan penyelesaian krisis politik di Myanmar.
Ia menyebut dalam pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Bangkok pada 12 Juli 2026, seluruh negara anggota kembali sepakat menjadikan kesepakatan tersebut sebagai landasan utama proses perdamaian.
“Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN kembali berkumpul dan sepakat untuk terus berusaha agar ada jalan rekonsiliasi dan tetap berpegang teguh kepada Five-Point Consensus,”
ujar dia.
Jalin Komunikasi
Arrmanatha mengungkapkan Indonesia selama ini tidak tinggal diam, bahkan pemerintah terus membangun komunikasi dengan pemerintah militer Myanmar maupun berbagai kelompok etnis yang terlibat konflik.
Upaya itu dilakukan untuk membuka ruang dialog sebagai jalan keluar dari krisis yang telah berlangsung sejak kudeta militer pada 2021.
“Sudah dalam beberapa waktu kami terus berupaya memfasilitasi antara kelompok yang berkuasa saat ini dari segi militer dan juga berbagai kelompok etnis yang ada di sana,”
kata dia.

























