Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Polisi Selidiki Dugaan Bullying di Balik Ledakan MAN 3 Padang, Guru-guru Diperiksa

Polisi buka peluang menyelidiki adanya dugaan bullying yang diterima pelaku yang nekat ledakkan sekolahnya sendiri di MAN 3 Padang.

MAN 3, Padang yang diledakan pelajar karena bulliying.
MAN 3, Padang yang diledakan pelajar karena diduga dipicu aksi bulliying. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).

Polisi membuka peluang menyelidiki adanya dugaan bullying yang diterima pelaku yang nekat meledakkan sekolahnya sendiri di MAN 3 Padang. Pelaku inisial R (17), merupakan pelajar yang jadi korban dugaan bullying.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya menjelaskan penyelidikan bullying itu dilakukan secara pararel dengan peristiwa ledakan tersebut.

Disampaikan polresta bahwa sampai saat ini hari pertama pemeriksaan berjalan sudah tujuh orang lebih fokus kepada guru-guru,”

kata Rosya saat dikonfirmasi, Kamis, 17 Juli 2026.

Dari keterangan sementara pelaku, R mengalami bullying oleh teman sekelasnya sejak duduk di bangku kelas dua MAN 3 Padang. Aksi perundungan itu diduga terus dilakukan hingga pelaku naik ke kelas tiga.

Iklan

Polisi pun sempat memeriksa salah satu pelajar yang diduga mem-bully pelaku R. Meski demikian, Rosya enggan membeberkan bentuk perundungan yang diterima R

Pengakuan awal ya ada beberapa ya kalau ga salah, satu orang ya yang melakukan, membully dia (R) itu,”

ujar Rosya.

Insiden ledakan di MAN 3 Padang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 yang menyebabkan sejumlah penghuni sekolah mengalami luka-luka. Pasca kejadian, tim gabungan dari Brimob, Densus 88, dan Ditreskrimum Polda Sumbar langsung dikerahkan.

Setelah dilakukan penyisiran, tim gabungan tak menemukan adanya bahan peledak lain. Kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini sudah kembali normal.

Sudah berjalan normal. karena kan ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh polri ya,”

ujar Rosya.

Terkait para korban yang mengalami luka, polisi fokus pada pemulihan dan pendampingan psikologis yang jadi prioritas utamanya.

Juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi, dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolsek-nya ke sekolah,”

tuturnya.

Terhadap pelaku, polisi juga sudah beri pendampingan berupa rehabilitasi untuk mencegah terpaparnya konten atau jaringan yang berhubungan dengan aksi terorisme.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.