Bupati Ketapang Alexander Wilyo merespons kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang terjadi di Kabupaten Ketapang dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebut bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengelola seluruh SPBU, dan pihak terkait untuk mendalami penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Hari ini saya bersama Wakil Bupati menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda. Saya juga memanggil pihak terkait, Hiswana Migas, serta seluruh pengelola SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang,”
kata Alexander dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2026.
Harga Pertalite Eceran Ikut Disorot


Menurut Alexander, persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh tidak tersedianya pasokan Pertalite, melainkan antrean kendaraan yang mengular di SPBU. Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menerima laporan terkait kenaikan harga Pertalite di tingkat pengecer yang dijual jauh di atas harga normal.
Alexander mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan sekaligus mencari akar persoalan yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Siang ini kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan apa penyebabnya,”
ujarnya.
Pemkab Ancam Tindak Tegas Penimbunan
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam distribusi BBM. Jika terdapat indikasi penimbunan oleh oknum tertentu, Pemkab Ketapang bersama aparat penegak hukum akan melakukan penelusuran dan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kalau memang ada indikasi penimbunan, tentu akan kita telusuri. Ada konsekuensi hukum sesuai aturan yang berlaku. Karena itu Pak Kapolres juga saya undang dalam rapat ini,”
jelasnya.
Alexander juga memastikan Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan akan segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia mengaku memahami keresahan masyarakat yang kesulitan memperoleh Pertalite dalam beberapa hari terakhir.
Saya memahami apa yang dirasakan masyarakat. Karena itu saya bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder akan mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi atas persoalan ini,”
imbuhnya.























