Satu prajurit TNI meninggal dan lainnya luka akibat ledakan Gudang Pusat Munisi II, Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 17 Juli 2026.
“Satu personel dinyatakan meninggal, empat orang luka berat, dan dua orang lainnya luka ringan,”
ucap Kadispenad Brigjen Donny Pramono saat konferensi pers, hari ini.
Kronologis
Sebelum insiden tersebut, prajurit sedang memeriksa materiil amunisi di gudang penyimpanan. Kegiatan pemeliharaan telah dilakukan sesuai prosedur, seperti pengarahan hingga pelaksanaan.
Donny mengaku belum bisa menyampaikan penyebab dari ledakan tersebut, sebab dalam proses investigasi oleh TNI AD.
“Sesaat setelah kejadian, satuan segera mengevakuasi seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat,”
kata dia.
Pasca kejadian TNI, telah membentuk tim investigasi guna menyelidiki penyebab peristiwa. Donny memastikan penanganan akan dilakukan terbuka.
“TNI Angkatan Darat berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara serius, transparan, sekaligus memastikan setiap langkah penanganan terhadap korban, maupun proses investigasi berjalan,”
ujar Donny.




























