Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proyek LNG Abadi Masela harus dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan bagi investor. Dengan prinsip itu, kerja sama bisa bermanfaat untuk kedua belah pihak.
Prabowo mengatakan Indonesia menghargai kepercayaan mitra asing yang menanamkan modal di Tanah Air. Hal itu termasuk Jepang yang terlibat dalam proyek tersebut sejak lama hingga akhirnya memasuki tahap pembangunan.
Jadi, saudara-saudara hari ini kita berbesar hati, kita bangga. Alhamdulillah setelah puluhan tahun proyek ini berjalan. Dan kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang, kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama,”
kata Prabowo saat groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Prabowo menekankan keberhasilan sebuah investasi tak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh Indonesia. Namun, juga dari kepuasan para investor.
Menurutnya, sebagai tuan rumah, Indonesia harus memastikan mitra yang berinvestasi merasa diuntungkan. Dengan demikian, hubungan kerja sama dapat terus terjalin dalam jangka panjang.
Kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia, itu kehormatan bagi tuan rumah,”
ujarnya.
Ia menilai proyek-proyek berskala besar tak akan berjalan optimal bila salah satu pihak mengalami kerugian. Maka itu, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan memberikan kepastian bagi para investor.
Meski demikian, Prabowo menyampaikan pemerintah RI tetap memprioritaskan kepentingan rakyat Indonesia. Maka itu, dia menekankan investasi yang masuk mesti bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat mengingat masih banyak warga yang membutuhkan perbaikan taraf hidup.
Prabowo menuturkan pemerintah punya tanggung jawab kepada rakyat yang masih banyak susah.
Sehingga saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya sekali lagi saya tegaskan, jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung,”
kata Prabowo.
Dia menyebut Indonesia akan merasa malu bila mitra kerja sama justru mengalami kerugian saat berinvestasi di Tanah Air.
Sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,”
ujarnya.
Di sisi lain, Prabowo mengingatkan proyek energi seperti LNG Abadi Masela harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap pengembangan sektor energi dapat jadi pendorong transformasi ekonomi nasional menuju negara industri yang modern.
Menurutnya, Indonesia punya modal besar berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mencapai cita-cita tersebut. Karena itu, sektor energi dinilai jadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat daya saing industri nasional.
Dia Indonesia jadi negara yang modern seperti bangsa Jepang dengan bisa menghasilkan produk industri.
Kita ingin menjadi bangsa yang produktif, kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri,”
imbuhnya.
Proyek strategis nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Masela diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui investasi, penerimaan negara, hingga penyerapan tenaga kerja.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Blok Masela merupakan salah satu investasi sektor energi terbesar di Indonesia.
“Dan, investasi ini kurang lebih sekitar US$20,95 miliar, setara dengan hampir Rp390 triliun, Pak Gubernur, ini investasinya,”
kata Bahlil saat acara groundbreaking proyek Abadi Blok Masela, Kamis, 16 Juli 2026.
Bahlil menambahkan, proyek itu dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun. Selain itu, fasilitas itu juga akan menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari. Dengan demikian, yang diharapkan bisa mendongkrak meningkatkan produksi minyak dan gas nasional.























