Popularitas kimchi terus meningkat seiring dengan menjamurnya budaya Korea di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak hanya disajikan di restoran Korea, kimchi kini juga mudah ditemukan di supermarket hingga dijual oleh pelaku usaha lokal.
Di balik rasanya yang khas, makanan fermentasi ini juga kerap menjadi perbincangan karena disebut memiliki beragam kandungan nutrisi. Lantas, apa saja kandungan nutrisi dalam kimchi dan mengapa makanan ini sering disebut sebagai makanan yang bernutrisi? Simak penjelasannya berikut ini.
Kimchi, Makanan Khas Korea Selatan
Kimchi adalah makanan fermentasi tradisional asal Korea Selatan yang umumnya dibuat dari sawi putih atau lobak yang diberi garam, kemudian dicampur dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, jahe, cabai, daun bawang, dan saus ikan sebelum difermentasi selama beberapa hari hingga minggu.
Proses fermentasi tersebut menghasilkan cita rasa asam, pedas, dan gurih yang khas, sekaligus membentuk bakteri baik (probiotik) yang menjadi salah satu keunggulan kimchi.
Di Korea Selatan, kimchi tidak hanya dijadikan lauk pendamping, tetapi juga diolah menjadi berbagai hidangan, seperti nasi goreng kimchi, sup kimchi (kimchi jjigae), hingga campuran mi dan pancake.
Rendah Kalori, tetapi Kaya Nutrisi
Dilansir dari laman Healthline (30 Maret 2026), dalam satu porsi sekitar 150 gram, kimchi mengandung sekitar 23 kalori, 2,4 gram serat, 1,65 gram protein, serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B6, vitamin K, folat, riboflavin, niasin, dan zat besi. Kandungan tersebut berasal dari sayuran yang digunakan, seperti sawi putih, lobak, dan sayuran hijau lainnya.
Mengandung Probiotik dari Proses Fermentasi
Salah satu keunggulan kimchi terletak pada proses fermentasinya. Fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus yang mengubah gula menjadi asam laktat sehingga menghasilkan cita rasa asam khas kimchi.
Proses ini juga menghasilkan probiotik, yaitu bakteri baik yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Kimchi mengandung senyawa bioaktif serta probiotik yang diduga memiliki sifat antiradang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan tersebut berpotensi membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan penyakit seperti radang usus (IBD) dan kolitis.
Rekomendasi Salah Satu Menu Diet
Kimchi termasuk makanan rendah kalori sehingga dapat menjadi salah satu pilihan dalam pola makan sehat. Konsumsi kimchi, dapat meningkatkan jumlah bakteri baik Akkermansia muciniphila di usus yang dikaitkan dengan penurunan risiko obesitas.
Waspadai Risiko Konsumsinya
Meski kaya nutrisi, kimchi tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Hal ini karena kimchi mengandung natrium yang cukup tinggi, yakni sekitar 747 mg per 150 gram. Konsumsi natrium berlebihan dapat menjadi perhatian bagi orang yang menjalani diet rendah garam, memiliki tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung.
Selain itu, kimchi yang diproduksi atau difermentasi tanpa standar kebersihan yang baik berisiko terkontaminasi bakteri penyebab keracunan makanan. Oleh karena itu, pastikan kimchi berasal dari produsen tepercaya atau diolah dengan proses yang higienis agar tetap aman dikonsumsi.

















