Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / UU PFII Disahkan, Ekonom Khawatir RI Berisiko Jadi Magnet Dana Korupsi dan Pencucian Uang
Ekonomi Bisnis

UU PFII Disahkan, Ekonom Khawatir RI Berisiko Jadi Magnet Dana Korupsi dan Pencucian Uang

Rika PangestiHardani Triyoga
Last updated: Juli 23, 2026 12:20 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi, Rangkaian LRT Jabodebek
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
SHARE

Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang baru disahkan DPR dikhawatirkan justru membuka celah bagi praktik pencucian uang hingga masuknya dana hasil korupsi.

Kekhawatiran itu disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara yang menilai sejumlah skema dalam UU tersebut berpotensi melemahkan rezim transparansi keuangan.

Isi UU PFII menciptakan kawasan khusus bagi uang hasil korupsi, penggelapan dana transnasional,”

kata Bhima kepada Owrite, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Bhima, salah satu titik rawan berada pada pengaturan kawasan PFII yang memiliki mekanisme khusus.

Baca juga:
Airlangga Janji PFII Tak Jadi Surga Dana Gelap, Know Your… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII)…
Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka 'Karpet Merah' bagi Dana… Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menuai kritik dari kalangan ekonom.…
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih… Pegiat pemilu sekaligus dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini…
  • Airlangga Janji PFII Tak Jadi Surga Dana Gelap, Know Your Customer Jadi…
  • Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka 'Karpet Merah' bagi Dana Bermasalah
  • Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan…

Ia menyoroti keberadaan pengadilan khusus yang dinilai dapat mengurangi efektivitas sistem hukum dan pengawasan yang selama ini berlaku secara nasional.

Pengadilan khusus di kawasan berarti ada aturan khusus yang dikecualikan dari pengadilan umum. Termasuk soal beneficial ownership dan asal usul dana,”

ujarnya.

Selain itu, Bhima juga menyoroti adanya administrasi perpajakan dan pengawasan keuangan yang dibuat secara khusus di kawasan PFII.

Ada administrasi pajak khusus dan pengawasan keuangan khusus, padahal sudah ada OJK dan BI,”

katanya.

Ia menilai skema tersebut berpotensi melemahkan rezim beneficial ownership yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam penilaian Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Disahkan Kilat, UU PFII Belum Bisa Jamin RI Siap Saingi Singapura dan Dubai

Padahal, keterbukaan pemilik manfaat dan asal-usul dana merupakan instrumen penting untuk mencegah pencucian uang dan penghindaran pajak.

Bhima juga mengingatkan bahwa keberadaan PFII dapat berdampak pada proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.

Menurutnya, organisasi tersebut mewajibkan negara anggotanya memiliki komitmen kuat terhadap transparansi keuangan, pemberantasan penyuapan lintas negara, serta mekanisme asset recovery.

Di sisi lain, ia mempertanyakan alasan pembahasan hingga pengesahan UU PFII dilakukan dalam waktu singkat.

Baca juga:
AI dan Komersialisasi Data: Kenapa Draf RUU Sisdiknas Dinilai Belum… Kepala Litbang Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Feriyansyah menilai draf Rancangan Undang-Undang…
Pengamat Desak Presiden Tegur Kepala Bakom dan Copot Ulta Levenia… Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, mendesak Presiden Prabowo Subianto menegur Kepala…
Berpotensi Konflik Kepentingan, KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Pakar Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Ganarsih, mendesak aparat penegak…
  • AI dan Komersialisasi Data: Kenapa Draf RUU Sisdiknas Dinilai Belum Futuristik?
  • Pengamat Desak Presiden Tegur Kepala Bakom dan Copot Ulta Levenia usai Hina…
  • Berpotensi Konflik Kepentingan, KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Menurut dia, proses UU PFII yang cepat menimbulkan pertanyaan soal dana atau investor mana yang ingin segera mendapat perlakuan khusus.

Yang butuh PFII berarti bukan masyarakat, tapi pengusaha yang dapat karpet merah,”

jelasnya.

Bhima menambahkan, pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus menarik investasi melalui berbagai insentif.

Menurutnya, pengawasan, kepastian hukum, dan transparansi harus menjadi prioritas agar kawasan PFII tidak menjadi celah bagi masuknya dana bermasalah yang justru dapat merusak kredibilitas sistem keuangan Indonesia.

Tag:DPREkonomHeadlinemagnetpencucian uangPFIITransparansi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
1
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
2
Nanik Bakal Jadi Dewas BGN Usai Mundur karena Sakit, Psikolog Forensik Beri Peringatan Keras
By Rika Pangesti
Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. (Sumber: IG @nanik_deyang)
3
Gaya Bicara Disemprit Publik, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Koreksi Pola Komunikasi
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
4
Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Dua Tudingan Viral: Soal Salaman dan Pesawat Pribadi
By Natania Longdong
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Provinsi Malalak-Sicincin di Kabupaten Agam, serta Jalan Nasional Padang–Bukittinggi di kawasan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, Desember 2025.
5

BERITA LAINNYA

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Sumber: Facebook Airlangga Hartarto)
Ekonomi Bisnis

Airlangga Janji PFII Tak Jadi Surga Dana Gelap, Know Your Customer Jadi Panduan Utama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
22 menit lalu
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik ke US$95,99 per Barel Usai AS-Iran Ancam Serang Infrastruktur

Harga minyak dunia naik pada Kamis setelah sebuah kapal tanker terkena proyektil…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi emas batangan. (Sumber: Unsplash/Zlaťáky.cz)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 23 Juli 2026: Antam Berkilau dan Global Stagnan Cenderung Turun

Harga emas global diperdagangkan stabil tapi di bawah level tertinggi dalam dua…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
3 jam lalu
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ekonomi Bisnis

Ekonom Warning: UU PFII Dikhawatirkan Buka ‘Karpet Merah’ bagi Dana Bermasalah

Pengesahan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menuai kritik dari kalangan ekonom.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up