Saat membeli parfum, kamu mungkin pernah menemukan berbagai istilah seperti Parfum, Eau de Parfum (EDP), dan Eau de Toilette (EDT) pada kemasannya. Meski sama-sama berfungsi memberikan aroma wangi, ketiganya ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Perbedaan tersebut tidak hanya terletak pada nama, tetapi juga pada konsentrasi minyak parfum dan faktor lainnya.
Agar tidak salah memilih, penting untuk memahami karakteristik masing-masing jenis parfum. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah perbedaan dari ketiga jenis parfum yang jarang diketahui.
Apa Itu Parfum (Extrait de Parfum)?
Extrait de Parfum atau yang lebih dikenal dengan sebutan parfum merupakan jenis parfum dengan konsentrasi minyak esensial paling tinggi, yakni sekitar 20–40 persen.
Tingginya kadar minyak parfum membuat aromanya lebih pekat, intens, dan mampu bertahan lebih lama. Salah satu keunggulan utama Extrait de Parfum adalah daya tahannya yang dapat mencapai 8–12 jam.
Apa Itu Eau de Parfum (EDP)?
Eau de Parfum (EDP) merupakan salah satu jenis wewangian yang paling populer karena menawarkan keseimbangan antara ketahanan aroma, intensitas wangi, dan harga.
Konsentrasi minyak parfumnya sekitar 15–20 persen, dengan sisanya terdiri dari campuran alkohol dan air. Ketahanan aromanya sekitar 6 hingga 8 jam saja.
EDP mengandung alkohol lebih tinggi yang membantu aroma menyebar lebih baik saat disemprotkan. Maka dari itu, bagi beberapa kulit sensitif, Eau de Parfum bisa menyebabkan iritasi.
Apa Itu Eau de Toilette (EDT)?
Konsentrasi minyak parfumnya sekitar 5–15 persen yang dicampur dengan alkohol. Karena kandungan minyak parfumnya lebih rendah dibandingkan Eau de Parfum (EDP) dan Parfum (Extrait de Parfum), EDT memiliki aroma yang lebih ringan dan segar. Ketahanannya lebih rendah, yaitu hanya sekitar 3–5 jam saja.
Istilah Eau de Toilette berasal dari bahasa Prancis yang merujuk pada ritual merapikan atau mempersiapkan diri sebelum beraktivitas (faire sa toilette). Jadi, kata “toilette” dalam nama ini tidak berkaitan dengan toilet seperti yang dikenal saat ini, melainkan berarti air wangi.
Perbedaan Parfum, Eau de Parfum (EDP), dan Eau de Toilette (EDT)
Secara umum, semakin tinggi konsentrasi minyak parfum, semakin lama pula aromanya bertahan di kulit. Oleh karena itu, Parfum (Extrait de Parfum) menjadi jenis yang paling tahan lama, diikuti Eau de Parfum (EDP), kemudian Eau de Toilette (EDT).
Meski begitu, tidak ada jenis yang mutlak lebih baik. Pilihan parfum sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, aktivitas, preferensi aroma, serta anggaran.
Jika menginginkan wangi yang tahan seharian, Parfum atau EDP bisa menjadi pilihan. Sementara itu, jika lebih menyukai aroma yang ringan dan menyegarkan untuk digunakan sehari-hari, EDT dapat menjadi pilihan yang tepat.
Tips Memilih Parfum
Meski semua jenis parfum berfungsi menyebarkan aroma wangi, namun dengan mengetahui jenisnya maka bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah tips memilih parfum untuk digunakan sehari-hari:
- Periksa label kemasan. Lihat keterangan seperti Parfum, Eau de Parfum (EDP), atau Eau de Toilette (EDT) untuk mengetahui jenis dan perkiraan ketahanan aromanya.
- Sesuaikan dengan kebutuhan. Pilih EDT untuk penggunaan sehari-hari, EDP untuk aktivitas yang lebih lama, dan Parfum jika menginginkan aroma yang tahan seharian.
- Coba di kulit. Aroma parfum dapat berbeda pada setiap orang, sehingga sebaiknya semprotkan terlebih dahulu sebelum membeli.
- Pilih aroma yang disukai. Gunakan parfum yang sesuai dengan selera dan membuatmu merasa nyaman.
Tidak ada jenis parfum yang paling baik untuk semua orang. Jika menginginkan aroma yang tahan lama, Parfum atau EDP bisa menjadi pilihan. Sementara itu, EDT cocok bagi yang menyukai aroma ringan dan segar untuk digunakan sehari-hari.
Dengan memilih jenis parfum yang tepat, pengalaman menggunakan wewangian pun akan terasa lebih nyaman dan maksimal.























