Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Malam Terasa Makin Dingin? Fenomena Bediding Bukan Dampak Perubahan Iklim, Ini Penjelasan Pakar
Hype

Malam Terasa Makin Dingin? Fenomena Bediding Bukan Dampak Perubahan Iklim, Ini Penjelasan Pakar

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juli 23, 2026 6:10 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi Fenomena bediding
Ilustrasi Fenomena bediding (Foto: unsplash.com)
SHARE

Belakangan ini banyak orang mengeluhkan suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya, terutama di wilayah Pulau Jawa.

Fenomena yang dikenal sebagai bediding atau bedhidhing dalam bahasa Jawa ini ternyata merupakan kondisi yang umum terjadi saat musim kemarau, bukan semata-mata akibat perubahan iklim.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Givo Alsepan, menjelaskan bahwa bediding merupakan bagian dari siklus iklim musiman yang rutin terjadi setiap tahun, terutama pada periode Juni hingga September.

Baca juga:
Yogyakarta Diguyur Udara Dingin Saat Kemarau, Ternyata Ini Penyebab Fenomena… Fenomena bediding kembali dirasakan warga Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir. Suhu udara…
Mengenal Fenomena Bediding, Kok Bisa Musim Kemarau Malah Dingin Banget?… Kalau akhir-akhir ini kalau kamu ngerasa bangun pagi terus mager karena udara…
Resep Bakso Cuanki Ayam, Makanan Enak Disantap Saat Cuaca Dingin Sejak beberapa hari terakhir, Jakarta dan sekitarnya dilanda hujan. Kondisi tersebut menyebabkan…
  • Yogyakarta Diguyur Udara Dingin Saat Kemarau, Ternyata Ini Penyebab Fenomena Bediding
  • Mengenal Fenomena Bediding, Kok Bisa Musim Kemarau Malah Dingin Banget? Ternyata Ini…
  • Resep Bakso Cuanki Ayam, Makanan Enak Disantap Saat Cuaca Dingin

Meski demikian, perubahan iklim dapat memengaruhi karakteristiknya, seperti waktu datangnya musim kemarau, tingkat kelembapan udara, hingga lamanya suhu dingin bertahan.

Bediding merupakan fenomena atmosfer yang normal terjadi selama musim kemarau. Ia tidak berdiri sendiri, melainkan manifestasi dari proses fisik atmosfer. Kondisi ini terjadi ketika suhu minimum harian turun cukup signifikan akibat pendinginan radiasi yang berlangsung sangat efektif,”

jelas Givo dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Givo, suhu dingin pada malam hari dipicu oleh langit yang cenderung cerah selama musim kemarau. Minimnya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer dan luar angkasa sehingga suhu udara turun secara signifikan.

Minimnya tutupan awan membuat panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dipancarkan kembali ke atmosfer dan luar angkasa sehingga suhu udara di dekat permukaan turun lebih cepat,”

ungkapnya.

Selain langit cerah, udara pada musim kemarau juga cenderung lebih kering. Kondisi ini membuat panas tidak tertahan di atmosfer sehingga proses pendinginan berlangsung lebih efektif dibandingkan saat musim hujan.

Ketika udara lebih kering, pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih efektif. Akibatnya, udara pada malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin,”

ujarnya.

Fenomena bediding umumnya lebih terasa di daerah pegunungan dan dataran tinggi. Selain dipengaruhi oleh ketinggian wilayah, udara dingin juga cenderung mengalir dan berkumpul di lembah.

Di kawasan seperti Dataran Tinggi Dieng, kondisi tersebut bahkan dapat memicipu terbentuknya embun beku atau embun upas.

Angin Monsun Australia

Givo menambahkan, angin monsun Australia turut memperkuat munculnya udara dingin di Indonesia.

Saat Australia memasuki musim dingin, massa udara yang bergerak ke wilayah Indonesia membawa karakter udara yang lebih sejuk dan kering, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Indonesia saat ini berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia, sedangkan Eropa, Amerika Utara, maupun sebagian Asia Timur sedang memasuki musim panas,”

urainya.

Di sisi lain, fenomena El Niño yang tengah berkembang juga berpotensi memperkuat musim kemarau. Curah hujan yang lebih rendah, kelembapan udara yang menurun, serta langit yang lebih sering cerah membuat proses pendinginan radiasi berlangsung lebih optimal sehingga peluang terjadinya bediding semakin besar.

Usai Ribuan Kematian di Eropa, Ahli Peringatkan Indonesia Bisa Hadapi Panas Ekstrem

Menghadapi kondisi ini, masyarakat disarankan untuk lebih menjaga kesehatan. Udara yang dingin dan kering dapat memperparah gejala influenza, asma, maupun infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Selain mengenakan pakaian yang lebih hangat, masyarakat juga dianjurkan tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh meski cuaca terasa dingin serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau.

Givo memperkirakan fenomena bediding masih berpotensi berlangsung hingga puncak musim kemarau pada akhir Juli hingga Agustus, bahkan di beberapa daerah dapat berlanjut sampai awal September, tergantung pada perkembangan kondisi atmosfer.

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena bediding merupakan bagian dari siklus iklim musiman. Yang terpenting adalah terus mengikuti informasi prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi cuaca secara lebih baik,”

pungkasnya.

Tag:BedidingCuaca DinginFenomena BedidingPenjelasan PakarPerubahaan Iklim
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
1
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
2
Nanik Bakal Jadi Dewas BGN Usai Mundur karena Sakit, Psikolog Forensik Beri Peringatan Keras
By Rika Pangesti
Nanik S. Deyang, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. (Sumber: IG @nanik_deyang)
3
Gaya Bicara Disemprit Publik, Menteri PU Dody Hanggodo Siap Koreksi Pola Komunikasi
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
4
Polemik ‘Daster Kuning’ Cermin Bakom Gagal Pahami Semangat Prabowo Terima Kritik
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, 12 Juli, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
5

BERITA LAINNYA

Siswa Taman kanak-kanak saat bermain
Hype

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Lebih Banyak Bermain dan Batasi Penggunaan Gawai

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Ilustrasi helikopter wisata.
Hype

Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia

Figur istri dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Irma Hermawati jadi…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Telur asin
Hype

Pakar IPB Ungkap Gizi Telur Asin Turun, Protein Bisa Berkurang hingga 30 Persen

Di balik rasanya yang gurih dan daya simpannya yang lebih lama, telur…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Konferensi pers rilis Official Trailer 2 dan Original Soundtrack Operasi Pesta Copet
Hype

Ernest Prakasa Ungkap Alasan Di balik Perubahan Judul Film ‘Operasi Pesta Copet’

Produser rumah produksi Imajinari, Ernest Prakasa, mengungkapkan alasan di balik perubahan judul…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up