PT Pertamina Patra Niaga mulai merealisasikan distribusi Biosolar 50 (B50) setelah peluncuran nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 9 Juli 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan lifting perdana dilakukan dari Kilang Kasim pada 18 Juli 2026, dengan volume 4.600 kiloliter (KL) menuju MT Krasak.
Kemudian, disusul Kilang Plaju pada 22 Juli 2026 yang menyalurkan 8.230 KL ke Integrated Terminal (IT) Palembang. Selanjutnya, B50 akan didistribusikan ke SPBU di wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur.
Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan salah satu milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional khususnya melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah,”
kata Kitty dalam keterangan resmi, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Kitty, sebelum pengiriman perdana dilakukan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan fasilitas dan infrastruktur pendukung. Hal itu mulai dari proses pencampuran (blending), pengendalian mutu, hingga aspek keselamatan operasional.
Adapun proses blending antara solar dan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dilakukan secara bertahap hingga memenuhi komposisi 50:50 sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Setelah proses pencampuran selesai, produk B50 menjalani pengujian laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar berdasarkan ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Produk yang lolos uji kemudian disalurkan ke Fuel Terminal sebelum didistribusikan ke jaringan SPBU.
Program ini juga diharapkan mampu berkontribusi untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak,”
tutur Kitty.

















