Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 26 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Sindir Kabinet Gemuk, Feri Amsari Sebut Cukup 15 Orang Jalankan Pemerintahan: Ratusan Lainnya Buat Apa?
Politik

Sindir Kabinet Gemuk, Feri Amsari Sebut Cukup 15 Orang Jalankan Pemerintahan: Ratusan Lainnya Buat Apa?

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 26, 2026 4:43 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
4 jam lalu
Share
Ilustrasi pemerintah resmi dengan kabinet bayangan.
Ilustrasi pemerintah resmi dengan kabinet bayangan. (Dibuat oleh AI)
SHARE

Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengatakan kabinet pemerintahan tidak memerlukan lebih dari 100 menteri dan kepala lembaga. 

Dia membandingkan dengan 14 menteri dan 1 juru bicara dalam Kabinet Bayangan cukup untuk mengelola negara secara efektif.

Saat ini ada 15 orang. Kami percaya, 15 orang kalau dibentuk dengan benar, negara ini bisa diurus dengan segala perangkat pemerintahan,”

kata Feri Amsari kepada Owrite, Minggu, 26 Juli 2026.

Feri mengatakan gagasan tersebut menjadi salah satu konsep yang ingin ditunjukkan melalui Kabinet Bayangan. 

Ketatanegaraan Indonesia Rusak, Oposisi Parlemen Mati, Kabinet Bayangan Bisa Jadi Solusi

Ukuran kabinet, kata Feri, tidak ditentukan oleh banyaknya menteri, melainkan efektivitas kerja birokrasi yang berada di bawah masing-masing kementerian.

Kalau pemerintahan sungguhan, kabinet sungguhan, ya, begitu. Kalau hanya 15 menteri, anak buahnya tetap banyak. Lalu buat apa harus ada 110 sampai 112 orang? Kira-kira begitu gambarannya,”

ucapnya.

Ia menjelaskan kabinet bayangan yang sedang disiapkan tidak hanya bertujuan mengkritisi kebijakan pemerintah, tetapi juga menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Tetapi kami sedang berpikir bahwa kerja-kerja kabinet ini tidak sekadar menceritakan gagasan mengenai apa yang seharusnya dikerjakan pemerintah terhadap sebuah persoalan,”

jelas dia.

Kabinet Bayangan juga akan melibatkan masyarakat dalam berbagai program yang dapat menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan publik bisa dilakukan secara efektif apabila dikelola dengan baik.

Kami juga sedang memikirkan bagaimana bersaing dengan pemerintah, tetapi melibatkan publik,”

beber Feri.

Sebagai contoh, ia menyebut penanganan kerusakan hutan skala kecil yang berpotensi menimbulkan bencana dapat dilakukan melalui kolaborasi masyarakat dengan menggalang bibit pohon dan melakukan penghijauan secara bersama-sama.

Misalnya, kalau ada hutan yang rusak dan skalanya kecil, tetapi bisa menyebabkan bencana. Mungkin kementerian berpikir, ‘Kalau kami bersama publik mengumpulkan sumbangan bibit lalu membuat hutan baru’,”

ucap dia.
Baca juga:
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan… Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi besar-besaran pada…
Gagal Total Sebelum Demo Agustus: Isu Pelengseran Prabowo Membal di… Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi yang disebut…
Marak Relawan Gibran di Daerah, PPI: Belum Tentu Punya Massa,… Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan kemunculan relawan Gibran…
  • Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi…
  • Gagal Total Sebelum Demo Agustus: Isu Pelengseran Prabowo Membal di Ketiak TNI-Polri
  • Marak Relawan Gibran di Daerah, PPI: Belum Tentu Punya Massa, Prabowo Tak…

Feri menegaskan tujuan utama gagasan tersebut adalah menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih efektif apabila didukung niat yang baik, birokrasi yang bekerja, serta partisipasi masyarakat.

Supaya kami (Kabinet Bayangan) bisa menunjukkan bahwa tugas negara itu sebenarnya bisa dilakukan. Kalau niatnya benar, fasilitas ada, anggaran ada, tenaga ada, birokrasi siap berjalan,”

terang Feri.

Ia berharap inisiatif tersebut dapat menjadi dorongan moral bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Kami ingin memberi gambaran bahwa kalau rakyat kompak, publik juga bisa membangun tata kelola sendiri, walaupun dalam skala sederhana. Tujuannya untuk menyentil pemerintah. Ayo, bangun dong!”

tutup Feri.

Apa itu Kabinet Bayangan?

Kabinet Bayangan ialah platform masyarakat sipil untuk mengawasi pemerintah dan memproduksi alternatif kebijakan. Mengadopsi prinsip shadow cabinet yang sudah mapan di Inggris, Australia, dan Kanada, lalu diadaptasi untuk konteks Indonesia hari ini. Wadah kolaborasi lintas elemen: akademisi, aktivis, teknokrat, jurnalis, serikat pekerja, hingga organisasi perempuan dan lingkungan.

Fungsi pengawasan parlemen sedang lumpuh. Koalisi pemerintah terlalu besar, oposisi nyaris tak terdengar, checks and balances macet. Saat kanal formal buntu, masyarakat sipil harus mengisi kekosongan—dengan analisis cepat, kredibel, dan berbasis data.

Inisiator adalah koalisi masyarakat sipil lintas sektor. Dipanitiai oleh Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF (Masyarakat Transparansi Indonesia).

Baca juga:
Cap 'Londo Ireng' Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis! Presiden Prabowo menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan “Londo…
Kisruh 'Londo Ireng', YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto…
Kabinet Bayangan untuk Uji Kebijakan Pemerintah dan Adu Data, Tak… Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari mengatakan, setiap kebijakan negara harus dibuka…
  • Cap 'Londo Ireng' Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
  • Kisruh 'Londo Ireng', YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
  • Kabinet Bayangan untuk Uji Kebijakan Pemerintah dan Adu Data, Tak Bisa Lagi…

Tag:feri amsariKabinet Bayangankabinet merah putihPemerintahanprabowo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
By Rahmat Tunny
Demo di depan gedung DPR
2
PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
3
Akbar Faizal Kritik Pedas: Kejagung Bikin Cemas, Perlakukan Febrie bak “Anak Emas”?
By Rahmat Tunny
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
Politik

Gagal Total Sebelum Demo Agustus: Isu Pelengseran Prabowo Membal di Ketiak TNI-Polri

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi yang disebut…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
3 jam lalu
Pasangan Prabowo-Gibran.
Politik

Marak Relawan Gibran di Daerah, PPI: Belum Tentu Punya Massa, Prabowo Tak Perlu Takut

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan kemunculan relawan Gibran…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
4 jam lalu
Demo di depan gedung DPR
Politik

Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo

Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi besar-besaran pada…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
7 jam lalu
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
Politik

PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan kemunculan relawan Wakil…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up