Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan kemunculan relawan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di berbagai daerah tidak menjadi modal utama untuk menghadapi Pilpres 2029. Dukungan partai politik jauh lebih menentukan dibandingkan kekuatan relawan.
Hal paling penting, Pilpres itu bukan soal relawan. Punya atau tidak kendaraan politik untuk maju, itu yang menjadi persoalan,”
kata Adi Prayitno saat dihubungi Owrite, Minggu, 26 Juli 2026.
Adi menjelaskan secara konstitusional hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kewenangan mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Karena itu relawan tidak dapat menggantikan fungsi partai politik dalam kontestasi pemilihan presiden.
Relawan tidak diatur dalam undang-undang untuk bisa mengusung calon presiden maupun calon wakil presiden,”
ucap dia.
Apabila Gibran ingin berpeluang besar dalam kontestasi politik mendatang, maka langkah yang lebih penting adalah membangun dan memperkuat dukungan partai politik yang memiliki kursi serta memenuhi syarat pencalonan.
Jadi kalau memang militan mendukung Mas Wapres, ya, perkuatlah partainya. Siapa partai yang nanti bisa didesain untuk mengusung beliau,”
jelas dia.
Adi juga menilai keberadaan relawan selama ini lebih banyak berfungsi membangun opini politik daripada menjadi kekuatan elektoral yang benar-benar menentukan hasil pemilu.
Ia menyebut dukungan riil tetap berada pada partai politik yang memiliki legitimasi konstitusional untuk mengusung calon presiden.
Karena selama ini banyak yang meyakini bahwa relawan juga tidak mempunyai kekuatan politik yang nyata di bawah,”
ujar Adi.
Ia berpandangan dalam dinamika menuju Pilpres 2029, kekuatan koalisi partai politik akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan dibandingkan mobilisasi relawan semata. Tanpa dukungan kendaraan politik yang kuat, peluang untuk maju dalam pemilihan presiden akan sulit terwujud.






















