Dalam salah satu video di akun TikTok pribadinya, dr. Ikhsan Qotih, melalui konten MPR (Menjawab Pertanyaan Rakyat) menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko ambeien adalah terlalu lama berada di toilet akibat bermain ponsel saat buang air besar (BAB).
Dikutip pada Minggu, 26 Juli 2026, Ikhsan mengatakan kebiasaan itu membuat waktu BAB yang seharusnya hanya beberapa menit berubah menjadi puluhan menit, bahkan lebih lama.
“Ketika kalian lagi duduk atau lagi jongkok, terjadi peningkatan tekanan pada bagian anus. Nah, ujung-ujungnya bisa terjadilah ambeien,”
kata dia.
Posisi duduk atau jongkok dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Apabila kebiasaan ini terus berulang, risiko terjadinya pembengkakan pembuluh darah (hemoroid/ambeien) dapat meningkat, terutama jika disertai kebiasaan mengejan terlalu keras.
Tingkat Keparahan
Dalam videonya, Ikhsan menjelaskan bahwa ambeien memiliki empat tingkat keparahan yang dibedakan berdasar kondisi benjolan (prolaps) pada anus dan apakah benjolan tersebut dapat kembali masuk ke dalam anus.
- Tingkat 1, ambeien masih berada di dalam anus sehingga tidak tampak dari luar. Keluhannya seperti perdarahan saat BAB, rasa tidak nyaman, atau gatal, tetapi belum terdapat benjolan yang keluar;
- Tingkat 2, benjolan ambeien keluar saat mengejan atau buang air besar, tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya setelah tekanan berkurang;
- Tingkat 3, benjolan keluar saat BAB atau mengejan dan tidak dapat masuk sendiri. Benjolan harus didorong kembali secara manual ke dalam anus;
- Tingkat 4, benjolan ambeien selalu berada di luar anus dan tidak dapat dimasukkan kembali. Kondisi ini sering disertai nyeri, pembengkakan, hingga risiko terjadinya penggumpalan darah (trombosis), sehingga biasanya memerlukan penanganan medis yang lebih intensif;
Pencegahan
Ikhsan menyatakan ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko ambeien, terutama bagi orang yang sering menghabiskan waktu lama di toilet.
- Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat: Serat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan begitu, Anda tidak perlu mengejan terlalu keras saat BAB.
- Minum air putih yang cukup: Asupan cairan yang cukup membantu menjaga tekstur feses tetap lunak dan mencegah sembelit, salah satu faktor risiko utama ambeien.
- Hindari mengejan terlalu keras saat BAB: Mengejan sering kali dipicu oleh feses yang keras akibat kurangnya konsumsi serat. Mengejan berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
- Jangan menunda: Menahan keinginan BAB terlalu lama dapat membuat feses menjadi lebih keras sehingga proses buang air besar menjadi lebih sulit.
- Masuk toilet saat benar-benar sudah ingin BAB: Dia membagikan “hack” sederhana agar waktu di toilet tidak terlalu lama, yaitu masuk ke toilet ketika dorongan BAB sudah benar-benar kuat sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di kloset.
- Hindari bermain ponsel saat di toilet: Meski ponsel bukan penyebab langsung ambeien, bermain ponsel saat BAB dapat membuat seseorang duduk lebih lama di toilet. Semakin lama posisi duduk atau jongkok dipertahankan, semakin besar tekanan pada area anus yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ambeien.
Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan pentingnya membatasi waktu di toilet dan mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas lain di dalam toilet saat BAB.
“Saya baca isian sampo atau baca odol. Ya, mendingan begitu ketimbang kalian main HP berjam-jam di toilet,”
kata Ikhsan.
Tips-tips tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus membantu mengurangi risiko terjadinya ambeien, terutama jika dibarengi dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.



























