Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, sebesar 0,43 persen atau 78 persen ke level Rp18.087 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini karena respons negatif pasar terhadap pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen negatif investor merespons pengunduran diri Gubernur BI kemarin yang masih membebani,”
ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 28 Juli 2026.
Dolar AS Naik Jelang FOMC


Lukman menuturkan, indeks dolar AS telah naik mencapai level tertinggi sebulan menjelang Federal Open Market Committee (FOMC). Sebab, pasar tengah mengantisipasi pernyataan hawkish the Fed.
Indeks dolar AS sendiri naik mencapai level tertinggi sebulan menjelang FOMC besok oleh antisipasi pernyataan hawkish dari kepala the Fed,”
katanya.
Adapun untuk perdagangan hari ini Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak melemah di level Rp17.950 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS.
Nilai Tukar Asia


Berdasarkan data perdagangan hari ini, nilai tukar negara Asia yang melemah diantaranya Won Korea (KRW) melemah 0,27 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,13 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,09 persen.
Kemudian Dolar Singapura (SGD) melemah 0,09 persen terhadap dolar AS, Yuan Tiongkok (CNY) merosot 0,03 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,02 persen, serta Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
























