Banyak orang masih percaya bahwa minum es saat radang tenggorokan dapat memperparah kondisi. Akibatnya, penderita radang tenggorokan sering diminta untuk menghindari segala jenis makanan dan minuman dingin hingga sembuh.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, minuman dingin atau air es justru dapat membantu meredakan beberapa gejala radang tenggorokan. Yang perlu diperhatikan bukanlah suhu dinginnya, melainkan kebersihan serta kandungan gula dalam minuman tersebut.
Hal ini dijelaskan oleh mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia yang merupakan cast Clash of Champions Season 1, Alfie Vere Likhie, dalam unggahan media sosialnya @alfiveree.
Alfie menjelaskan radang tenggorokan terjadi ketika jaringan di tenggorokan mengalami peradangan, sehingga pembuluh darah di area tersebut melebar.
Kondisi ini menyebabkan tenggorokan terasa nyeri, bengkak, dan tidak nyaman saat menelan.
Pembuluh Darah Melebar Jadi Menyempit
Suhu dingin dari air es dapat menyebabkan pembuluh darah yang melebar menyempit sementara (vasokonstriksi).
Efek ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan rasa lebih nyaman pada tenggorokan yang sedang meradang.
Dan bahkan minum es ini bisa membantu untuk mengurangi gejala dari si radang tenggorokan ini. Kenapa? Karena radang itu berarti di tenggorokan di sini, pembuluh darahnya lagi agak ngelebar-ngelebar. Dan suhu dingin dari es itu bisa membantu untuk mengecilkan kembali pembuluh darahnya,”
paparnya.
Selain itu, suhu dingin juga dapat membuat ujung-ujung saraf menjadi kurang sensitif terhadap rasa sakit. Itulah sebabnya banyak orang merasa tenggorokannya lebih lega setelah mengonsumsi air dingin, es batu, atau es krim dalam jumlah wajar.
Dan yang kedua adalah suhu dingin ini bisa membuat saraf kita menjadi lebih baal dan lebih tidak sensitif terhadap rasa sakitnya. Jadi gejalanya bisa berkurang,”
tambahnya.
Kemudian, Alfie juga menjelaskan bahwa mengonsumsi es pada saat radang sebenarnya boleh-boleh saja asalkan memperhatikan beberapa hal penting.
Ketika mendengar kata “minum es”, banyak orang langsung membayangkan minuman es pinggir jalan yang manis, seperti es teh, es sirup, atau minuman dengan berbagai tambahan pemanis.
Padahal, yang berpotensi menimbulkan masalah bukanlah esnya, melainkan faktor lain yang menyertainya.
Sebagian minuman es yang dijual di pinggir jalan mungkin menggunakan air yang tidak dimasak hingga matang atau proses pembuatannya kurang higienis.
Jika air atau es terkontaminasi bakteri maupun virus, kondisi radang tenggorokan dapat memburuk atau meningkatkan risiko infeksi saluran cerna.
Karena itu, pilihlah air minum atau es yang berasal dari sumber bersih dan aman dikonsumsi.
Banyak minuman es mengandung gula dalam jumlah tinggi. Konsumsi gula berlebihan memang tidak secara langsung menyebabkan radang tenggorokan bertambah parah, tetapi pada sebagian orang dapat membuat tenggorokan terasa lebih lengket dan meningkatkan rasa tidak nyaman.
Selain itu, minuman tinggi gula juga tidak memberikan manfaat bagi proses pemulihan tubuh secara keseluruhan.
Jadi, minum es saat radang tenggorokan itu boleh asalkan minuman yang dikonsumsi bersih, higienis, dan tidak mengandung gula berlebih.


















