Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 31 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / 490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi
Ekonomi Bisnis

490 Pemda Kurang Duit, Ekonom: Pemerintah Pusat Bangun Sentralisasi Fiskal Berkedok Efisiensi

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 31, 2026 4:39 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah,
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel bersama di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/sgd)
SHARE

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyoroti pemetaan yang dilakukan pemerintah, kepada 490 pemerintah daerah (Pemda) yang membutuhkan tambahan anggaran, setelah dilakukan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Pemda mengaku alami kesulitan fiskal untuk membayar gaji ASN hingga membiayai pelayanan dasar.

Daftar isi Konten
  • Pemda Tak Efisien
  • Kontraktor Daerah Sulit Bersaing
  • Resentralisasi Menuju Desentralisasi

Syafruddin menilai kebijakan pemerintah memangkas TKD memunculkan gejala sentralisasi fiskal dalam bentuk baru. Alih-alih memperkuat efisiensi anggaran, langkah tersebut justru melemahkan perputaran ekonomi di wilayah.

Ketika pemerintah pusat mengurangi TKD, mengumpulkan kembali ruang fiskal, lalu membelanjakannya melalui program kementerian di berbagai wilayah, daerah tetap menjadi lokasi pembangunan, tetapi kehilangan kendali atas anggaran, desain proyek, waktu pelaksanaan, dan pelaku usaha yang menerima kontrak. Otonomi akhirnya menyisakan tanggung jawab pelayanan tanpa kewenangan fiskal yang seimbang,”

ujar Syafruddin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga:
Ancaman Kemarau Panjang Bayangi Nusantara: El Nino Kategori Kuat Awet… Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa fenomena El Nino kini…
Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran… Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) meminta pemerintah tidak lagi memangkas anggaran…
Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…
  • Ancaman Kemarau Panjang Bayangi Nusantara: El Nino Kategori Kuat Awet Hingga Awal…
  • Dompet Daerah Kerap 'Buntung', APKASI Minta Pusat Stop Sunat Anggaran TKD 2027
  • Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin

Pemda Tak Efisien

Menurutnya, pemerintah kerap beralasan pengurangan ruang fiskal daerah diperlukan karena masih banyak Pemda yang tidak efisien, boros, dan rawan korupsi. Namun, Syafruddin menilai alasan itu tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar menarik kembali kewenangan fiskal daerah.

Pemerintah perlu membuktikan melalui data bahwa belanja pusat benar-benar lebih efisien setelah menghitung kualitas proyek, kesesuaian dengan kebutuhan lokal, keterlambatan pelaksanaan, konsentrasi kontrak, dan kebocoran pendapatan keluar daerah,”

tuturnya.

Dia menilai, belanja pemerintah pusat di daerah tidak selalu memberikan dampak ekonomi yang sama dengan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pasalnya, jika proyek dikelola oleh pemerintah daerah maka kontraktor lokal memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan, membeli bahan baku dari pemasok setempat, menyerap tenaga kerja lokal, serta menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)

Kontraktor Daerah Sulit Bersaing

Namun, ketika tender dipusatkan di pusat dengan persyaratan modal, pengalaman, jaminan, dan skala paket nasional. Maka kontraktor daerah sulit bersaing, karena sering hanya menjadi subkontraktor dengan margin kecil sedangkan laba dan keputusan usaha tetap berada di kantor pusat perusahaan besar. 

Kondisi ini menjelaskan keluhan lama Kadin daerah bahwa proyek hadir di wilayah mereka, tetapi kesempatan usaha justru menjauh dari pelaku lokal,”

terangnya.

Di samping itu, Syafruddin mengatakan pemerintah pusat juga masih memiliki kewajiban membayar Dana Bagi Hasil (DBH) kurang bayar sekitar Rp70 triliun kepada ratusan daerah.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pusat tidak cukup mengantisipasi hubungan antara pengurangan transfer, likuiditas APBD, belanja pembangunan, dan sirkulasi ekonomi lokal. Daerah kemudian melindungi gaji dengan memangkas proyek, pemeliharaan, layanan publik, serta pembayaran kepada kontraktor,”

terangnya.
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Resentralisasi Menuju Desentralisasi

Maka dari itu, Syafruddin meminta agar pemerintah mengubah pendekatan kebijakan dari resentralisasi menuju desentralisasi berbasis kinerja.

Dia menilai, pemerintah pusat perlu menjamin kepastian besaran dan waktu penyaluran TKD, menyelesaikan kewajiban pembayaran DBH, serta memberikan sanksi terhadap daerah yang tidak efisien berdasarkan evaluasi masing-masing daerah, bukan melalui kebijakan yang berlaku umum.

Pemerintah perlu mengoreksi kebijakan melalui desentralisasi berbasis kinerja, bukan resentralisasi berbasis stigma. Pusat harus menjaga kepastian jumlah dan waktu TKD, membayar DBH yang telah menjadi hak daerah, serta menghukum inefisiensi berdasarkan bukti per daerah,”

tekannya.
Baca juga:
Dasco Sebut Pengangkatan PPPK Perlu Diatur Ulang, Hindari Penumpukan Honorer… Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti rapat Komisi II DPR…
Kepuasan Publik Anjlok, Hasan Nasbi Harus Bertanggung Jawab atas Blunder… Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, komunikasi publik Presiden…
Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih… Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menilai tujuan pemekaran daerah untuk mempercepat pembangunan…
  • Dasco Sebut Pengangkatan PPPK Perlu Diatur Ulang, Hindari Penumpukan Honorer di Daerah
  • Kepuasan Publik Anjlok, Hasan Nasbi Harus Bertanggung Jawab atas Blunder Komunikasi Prabowo
  • Wagub Papua Barat Daya Curhat: Kami Provinsi, Tapi APBD Masih Rasa Kabupaten
Tag:apbdASNBerita Pentingefisiensi anggaranPemdaSentralisasi FiskalTKDTransfer ke Daerah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lima Rekomendasi Sepatu Brand Lokal yang Cocok untuk Berdiri Lama di KRL
By Ani Ratnasari
Ilustrasi sepatu yang biasa digunakan saat beraktivitas
1
Deddy Sitorus Bantah Hina ‘Wartawan Sirkus’ saat Rapat di DPR: Saya Berharap Dapat Diluruskan
By Rika Pangesti
Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus
2
Gibran Tak Perlu Disandingkan dengan Dedi Mulyadi, Selisih Elektabilitas Terlalu Jauh
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming
3
Nama-nama Ini Muncul! Kejagung Bongkar 7 Perusahaan Terkait Pengondisian Kasus Besar
By Rahmat Baihaqi
Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Rudi Margono.
4
6 Hakim Dilaporkan ke KY, Diduga Putus Perkara Pakai UU yang Dianulir MK
By Rahmat Baihaqi
Gedung Komisi Yudisial
5

BERITA LAINNYA

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Celios Kritik Rangkap Jabatan Pejabat Negara di BUMN: Picu Krisis Kepercayaan Investor

Sejumlah pejabat negara melakukan rangkap jabatan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
11 menit lalu
Situasi Bursa Efek Indonesia dan papan IHSG. (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

IHSG Menghijau 0,59 Persen dengan 339 Saham Menguat, Ini Proyeksinya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Jumat, 31 Juli…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
42 menit lalu
Petani memanen buah sawit di Kalimantan Tengah (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Sawit, Astra Agro Andalkan Cara Ini Demi Raih Cuan

PT Astra Agro Lestari Tbk memperkuat implementasi perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Hal…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
48 menit lalu
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong
Ekonomi Bisnis

Moncer! Laba Bersih PGE Melonjak 15,5 Persen, Pendapatan Tembus US$235 Juta

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang semester…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up