PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) membukukan pendapatan sebesar Rp404,85 miliar pada semester I 2026. Perseroan juga mencatatkan laba bruto Rp22,41 miliar di tengah upaya memperkuat fundamental keuangan melalui efisiensi operasional dan pengendalian liabilitas.
Keberhasilan kami menurunkan liabilitas secara signifikan adalah bukti bahwa strategi lean and prudent yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,”
kata Direktur Utama WEGE Mahendra Vijaya dalam keterangan resmi, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Selain mencatatkan pendapatan, WEGE juga berhasil menurunkan total liabilitas menjadi Rp1,84 triliun per 30 Juni 2026 dari Rp2,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan struktur keuangan tersebut membuat Debt to Equity Ratio (DER) tetap berada di level 0,98 kali, sementara Current Ratio tercatat 1,80 kali.
Perseroan juga memiliki total aset sebesar Rp3,72 triliun dengan ekuitas mencapai Rp1,88 triliun.
Mahendra mengatakan fokus utama pihaknya saat ini memastikan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan. Selain itu, menjaga struktur permodalan yang sehat.
Dengan mempertahankan DER di bawah 1x dan rasio likuiditas tetap terjaga di atas 1x. Neraca keuangan yang tangguh adalah pondasi esensial bagi WEGE untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,”
jelas Mahendra.
Pun, dari sisi pemasaran, WEGE membukukan kontrak baru sebesar Rp610,17 miliar pada semester I 2026 atau melonjak 510 persen secara tahunan dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp100 miliar.
Memasuki semester II 2026, perseroan akan percepat program turnaround melalui monetisasi aset dan restrukturisasi liabilitas.
WEGE juga menargetkan pemulihan dana dari pelepasan aset dapat melampaui kewajiban jangka pendek. Selain itu, akan lebih selektif dalam memperoleh kontrak baru dengan memprioritaskan proyek yang memiliki kepastian pendanaan (payment security) tinggi.
Perseroan pun menyatakan akan terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui efisiensi energi. Lalu, pengelolaan material secara sirkular, serta inovasi konstruksi ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis.

























