Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengumumkan bahwa Israel akan menggunakan buaya Nil sebagai penjaga penjara bagi tahanan politik Palestina.
Program ini akan dimulai di Penjara Ketziot, penjara terbesar Israel, di gurun Naqab (Negev). Penjara tersebut berfungsi sebagai kamp konsentrasi tempat ribuan warga Palestina dipenjara antara tahun 1988 dan 1995 selama Intifada Pertama. Warga Palestina mengenal Ketziot sebagai kamp Ansar III.
Melansir dari Middle East Eye, Senin, 3 Agustus 2026, untuk memfasilitasi rencana ini, Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman menyatakan buaya sebagai hewan liar yang dibudidayakan.
Di bawah taksonomi baru itu, reptil tersebut akan dilepaskan ke parit di sekitar penjara-penjara Israel, tempat warga Palestina dipenjara dan diperlakukan seperti hewan.
Ben-Gvir mengakui dirinya terinspirasi oleh pusat penahanan migran baru di Florida, yang dijuluki “Alcatraz Buaya”, yang dikunjungi Presiden AS Donald Trump tahun lalu.
Manusia Hewan
Penjara mengerikan itu terletak di lahan basah subtropis yang luas, yang dipenuhi buaya, aligator, dan ular piton. Para pemimpin Israel telah lama menggambarkan warga Palestina sebagai hewan.
Sebagai contoh, untuk membenarkan peluncuran genosida di Gaza, Menteri Pertahanan Israel saat itu Yoav Gallant menyebut warga Palestina sebagai “manusia hewan”.
Sebaliknya, pada tahun 1960-an dan awal 1970-an, Menteri Pertahanan Israel Moshe Dayan tidak dapat memilih spesies serangga atau mamalia mana yang paling mirip dengan warga Palestina, dan menyebut mereka “tawon” dan “anjing” demi kepentingan non-diskriminasi.























