Tembok Besar China atau Great Wall of China merupakan salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di dunia.
Membentang ribuan kilometer melintasi pegunungan, gurun, hingga dataran, bangunan ini tidak hanya dikenal karena ukurannya yang megah, tetapi juga menyimpan sejarah panjang.
Di balik kemegahannya, Tembok Besar China memiliki banyak fakta menarik yang mungkin belum diketahui banyak orang.
Lantas, apa saja fakta menarik tentang Tembok Besar China? Merangkum dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini.
1. Tembok Terpanjang di Dunia
Tembok Besar China memiliki panjang 21.196,18 kilometer, berdasarkan hasil survei pemerintah China yang diumumkan pada 2012.
Panjang tersebut tidak hanya mencakup bagian tembok yang masih berdiri, tetapi juga parit, benteng, serta penghalang alami yang menjadi satu kesatuan sistem pertahanan.
2. Dibangun untuk Benteng Pertahanan
Pembangunan Tembok Besar China diawali pada masa Kaisar Qin Shi Huang sekitar abad ke-3 SM setelah berhasil menyatukan berbagai kerajaan di China. Saat itu, tembok dibangun dengan menghubungkan benteng dan tembok-tembol yang telah ada.
Tujuan utamanya adalah melindungi kekaisaran dari serangan berbagai suku nomaden yang mendiami wilayah utara, seperti Xiongnu. Seiring berjalannya waktu, Tembok Besar China terus diperluas dan diperkuat oleh dinasti-dinasti berikutnya.
3. Dibangun Selama Lebih dari 2.000 Tahun
Tembok Besar China tidak dibangun dalam waktu singkat. Dimulai sejak abad ke-7 SM, kemudian dilanjutkan oleh Kaisar Qin Shi Huang pada abad ke-3 SM dengan menghubungkan beberapa tembok yang telah ada.
Selama lebih dari dua ribu tahun, berbagai dinasti terus memperluas, memperbaiki, dan memperkuat Tembok Besar China. Sebagian besar bagian tembok yang masih dapat dilihat hingga kini merupakan hasil pembangunan pada masa Dinasti Ming (1368–1644).
Karena proses pembangunannya berlangsung dari sekitar abad ke-7 SM hingga abad ke-17 M, Tembok Besar China menjadi salah satu proyek konstruksi terpanjang dalam sejarah dunia.
4. Bahan Perekatnya dari Tepung Beras Ketan
Pada masa Dinasti Ming, para pembangun menggunakan campuran tepung beras ketan dan kapur sebagai perekat, bukan semen seperti yang digunakan pada bangunan modern saat ini.
Campuran tersebut membuat Tembok Besar China menjadi lebih kuat dan tahan lama. Tak hanya digunakan untuk membangun Tembok Besar China, bahan perekat ini juga dipakai pada berbagai bangunan penting lainnya, seperti pagoda, makam, dan tembok kota pada masa Dinasti Ming.
5. Resmi Diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia
Kemegahan dan nilai sejarah Tembok Besar China membuat bangunan ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987. Pengakuan tersebut diberikan karena Tembok Besar China dianggap memiliki nilai budaya, sejarah, dan arsitektur yang luar biasa.
6. Dijuluki “Kuburan Terpanjang di Dunia”
Pembangunan Tembok Besar China diperkirakan menelan korban jiwa pekerja dalam jumlah besar karena berlangsung selama berabad-abad dengan kondisi kerja yang sangat berat. Oleh karena itu, bangunan ini kerap dijuluki sebagai “kuburan terpanjang di dunia”.
7. Bukan Hanya Terdiri dari Satu Tembok
Meski disebut Tembok Besar China, bangunan ini sebenarnya bukan hanya satu tembok yang memanjang tanpa putus.
Tembok Besar China merupakan rangkaian benteng, tembok, menara pengawas, hingga pos pertahanan. Kemudian karena dibangun pada masa yang berbeda-beda, bahan bangunan dan bentuknya pun tidak selalu sama.
Sayangnya, tidak semua bagian Tembok Besar China masih berdiri kokoh. Sejumlah bagian, terutama yang berada di daerah terpencil, mengalami kerusakan akibat erosi, cuaca, dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, pemerintah China terus melakukan upaya pelestarian agar tetap terjaga.


















