Banyak orang yang menganggap secangkir kopi di pagi hari adalah ritual wajib sebelum mulai hari. Harapannya sih biar mata melek dan kerja jadi lebih fokus.
Entah itu espresso, americano, atau es kopi susu, secangkir kopi ini sudah jadi “penyelamat” sebelum mulai kerja atau kuliah.
Tapi sadarkah kamu kalau kebiasaan ini justru membuatmu mulai sering nguap saat jam makan siang, padahal paginya sudah minum kopi?
Bingung nggak sih salahnya dimana? Di kopinya kah? Di waktu minumnya kah? Atau dimana? Tenang aja karena ada penjelasan ilmiah kenapa kopi yang seharusnya bikin tubuh lebih segar justru bisa membuat sebagian orang merasa mengantuk beberapa jam kemudian.
Kopi Bikin Melek?
Sebelum cari tahu penyebabnya,mari kita lihat dulu bagaimana sih cara kerja kafein yang ada di dalam kopi ini?
Mengutip dari News Medical, kafein bekerja sebagai stimulan yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Zat ini berfungsi untuk menghambat kerja adenosin, yaitu senyawa alami di otak yang bertugas memberi sinyal bahwa tubuh sudah lelah dan butuh istirahat.
Dan saat adenosin ini diblokir, otak menjadi lebih aktif. Produksi zat kimia seperti dopamin dan norepinefrin juga akan ikut meningkat sehingga kamu merasa lebih fokus, waspada, dan berenergi.
Efek ini biasanya akan mulai terasa sekitar 15 sampai 45 menit setelah minum kopi dan akan mencapai puncaknya dalam waktu satu hingga dua jam.
Ngantuk Saat Siang?
Meski awalnya membuat mata lebih melek, tidak bisa dipungkiri efek kopi memang tidak akan bertahan selama nya.
Zat kafein memang akan menipu zat adenosin untuk sementara, dan karena zat ini ditutup makan tubuh akan memproduksi adenosin lebih banyak lagi.
Akibatnya, ketika efek kafein ini udah mulai habis kamu akan merasa ngantuk yang hebat. Kondisi ini sering disebut sebagai caffeine crash, yaitu penurunan energi yang muncul setelah efek stimulan kafein mereda.
Kalau kamu sering mulai mengantuk sekitar pukul 1 atau 2 siang setelah ngopi pagi, kemungkinan inilah penyebabnya.
Tubuh Kebal Kafein
Kalau kamu termasuk orang yang minum kopi setiap hari, tubuhmu lama-kelamaan juga akan beradaptasi.
Itulah mengapa ada orang yang sudah minum satu atau dua gelas kopi, tetapi tetap merasa lelah atau bahkan masih bisa tidur. Atau kamu mulai merasa segelas kopi belum cukup untuk menutupi rasa kantuk, dan akhirnya dari hari ke hari jumlah kopi yang kamu minum akan terus meningkat.
Karena semakin tinggi toleransi terhadap kafein, biasanya semakin banyak kopi yang dibutuhkan untuk mendapatkan efek yang sama.
News Medical menjelaskan dengan konsumsi kafein secara rutin dapat membuat otak membentuk lebih banyak reseptor adenosin. Akibatnya, efek menyegarkan dari kopi menjadi tidak sekuat sebelumnya.
Metabolisme Kafein
Pernah heran kenapa temanmu bisa minum kopi malam-malam lalu tetap tidur nyenyak, sementara kamu minum sore saja sudah susah tidur?
Jawabannya ada pada metabolisme tubuh. Mengutip dari News Medical, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengolah kafein. Selain itu ada juga faktor genetik yang juga ikut mempengaruhi seberapa cepat tubuh memecah kafein.
Orang yang memetabolisme kafein lebih cepat biasanya juga lebih cepat kehilangan efek segarnya, sehingga rasa kantuk datang lebih awal.
Begadang Pakai Kopi
Kalau semalam kamu cuma tidur empat atau lima jam, jangan berharap secangkir kopi bisa memperbaikinya.
Menurut Health, kopi memang membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara. Namun, kafein tidak bisa menggantikan kebutuhan tubuh akan tidur yang cukup.
Begitu efeknya hilang, tubuh tetap akan “menagih” waktu istirahat yang kurang. Itulah sebabnya rasa lelah bisa datang lagi meski kamu sudah ngopi sejak pagi.
Bukan cuma kafeinnya yang perlu diperhatikan. Mengutip dari laman Health, kopi dengan tambahan gula dalam jumlah tinggi dapat memicu lonjakan gula darah.
Setelah itu, kadar gula darah akan turun kembali sehingga tubuh terasa lemas, kurang bertenaga, bahkan mengantuk.
Jadi, kalau kamu sering membeli kopi kekinian yang manis, rasa kantuk di siang hari bisa jadi bukan hanya karena kafein, tetapi juga efek naik-turunnya gula darah.
Jadi Mood Booster
Kalau ingin tetap menikmati kopi tanpa merasa drop beberapa jam kemudian, ada beberapa kebiasaan yang bisa dicoba.
Pertama, usahakan tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam setiap malam. Kedua, batasi konsumsi kopi sekitar satu hingga dua cangkir per hari agar tubuh tidak cepat membangun toleransi terhadap kafein.
Selain itu, pilih kopi dengan gula yang tidak berlebihan, perbanyak minum air putih, dan hindari mengonsumsi kopi terlalu sore atau malam karena bisa mengganggu kualitas tidur.
Haruskah Berhenti Ngopi?
Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, kopi tetap memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan konsentrasi hingga membantu tubuh tetap waspada saat beraktivitas.
Namun, kalau kamu merasa kopi justru bikin gampang mengantuk setiap hari, mungkin sudah saatnya mengevaluasi pola tidur, frekuensi minum kopi, hingga jenis kopi yang dikonsumsi.
Karena pada akhirnya, secangkir kopi memang bisa membantu membuka mata di pagi hari. Tapi kalau tubuh memang sedang kelelahan, “obat” terbaiknya tetap bukan tambahan espresso, melainkan tidur yang cukup.




















