Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga BBM nonsubsidi termasuk Pertamax merupakan konsekuensi dari turunnya harga minyak dunia.
Bahlil menekankan pemerintah juga memastikan harga BBM subsidi tetap dipertahankan karena sekitar 80 persen konsumsi BBM nasional berasal dari jenis bersubsidi.
Dan, sekarang kan lagi turun. Dan, kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah, sekarang kan lagi turun nih,”
kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Bahlil menjelaskan pergerakan harga BBM nonsubsidi akan terus mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia serta kondisi geopolitik global. Maka itu, ia tak bisa memastikan apakah harga BBM nonsubsidi akan kembali naik atau tetap turun dalam beberapa waktu ke depan.
Total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu loh. Tapi, kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah, yaitu subsidi,”
jelas Bahlil.
Menurut Bahlil, kebijakan pemerintah tetap berfokus jaga keterjangkauan harga energi bagi masyarakat melalui skema subsidi BBM.
Sementara, harga BBM nonsubsidi disesuaikan secara berkala mengikuti perubahan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan kondisi pasar global.
























