Bengkulu tidak hanya dikenal sebagai daerah yang menjadi habitat bunga Rafflesia arnoldii, tetapi juga memiliki kekayaan seni budaya yang masih lestari hingga saat ini.
Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bengkulu yaitu tarian tradisional.
Berbagai tarian daerah Bengkulu lahir dari adat istiadat, kepercayaan, hingga kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Setiap tarian memiliki gerakan, kostum, dan makna yang berbeda, mulai dari tarian penyambutan tamu, upacara adat, hingga ungkapan rasa syukur atas hasil panen.
Keunikan tersebut menjadikan tarian tradisional Bengkulu sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
1. Tari Andun
Melansir dari Visit Indonesia, tari Andun merupakan salah satu tarian tradisional paling terkenal dari Bengkulu, khususnya berasal dari masyarakat Suku Serawai. Pada awalnya, tarian ini dipentaskan sebagai ungkapan rasa syukur setelah musim panen.
Seiring perkembangan zaman, Tari Andun juga menjadi bagian dari acara adat, pesta pernikahan, dan festival budaya.
Tarian ini biasanya dibawakan secara berpasangan oleh penari laki-laki dan perempuan dengan gerakan yang lincah, ceria, serta menggambarkan kebersamaan masyarakat. Musik pengiringnya menggunakan alat musik tradisional seperti gendang dan rebana sehingga menciptakan suasana meriah.
2. Tari Kejei
Tari Kejei berasal dari Suku Rejang yang mendiami wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya. Tarian ini termasuk tarian adat yang memiliki nilai sakral dan biasanya ditampilkan pada upacara adat penting sebagai simbol rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan.
Gerakan Tari Kejei cenderung lembut dan anggun. Para penari mengenakan pakaian adat khas Rejang yang berwarna cerah serta diiringi alat musik tradisional seperti gong, kulintang bambu, dan seruling. Tari Kejei telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2017.
3. Tari Gading Cempaka
Tari Gading Cempaka merupakan tarian penyambutan tamu kehormatan yang berasal dari Kota Bengkulu. Tarian ini menggambarkan keramahan dan sikap hormat masyarakat Bengkulu kepada para tamu yang datang.
Gerakan para penari terlihat anggun dengan membawa properti seperti tepak sirih sebagai simbol penghormatan. Kostum yang dikenakan umumnya menggunakan kain khas Bengkulu, termasuk motif Batik Besurek yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
4. Tari Napa
Tari Napa merupakan tarian asal Bengkulu selatan yang digunakan pada saat acara adat ataupun sebagai tarian sambutan. Tarian ini memiliki keunikan dari para penarinya yang menari dengan mimik wajah garang dengan sorot mata yang tajam.
Tarian ini menceritakan pertarungan antara dua orang yang mengadu kekuatannya, sehingga para penari membawa senjata tajam dan berkelahi.
Pelestarian tarian daerah Bengkulu dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembinaan sanggar tari, pembelajaran seni budaya di sekolah, penyelenggaraan festival daerah, hingga promosi melalui media digital.
Kehadiran generasi muda dalam berbagai pertunjukan budaya menjadi salah satu langkah penting agar warisan leluhur ini tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat luas.





















