Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 4 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rakyat Gadai Aset demi Beras, Belanja Negara Ratusan Triliun Belum Jawab Krisis
Ekonomi Bisnis

Rakyat Gadai Aset demi Beras, Belanja Negara Ratusan Triliun Belum Jawab Krisis

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 4, 2026 2:25 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026).
Warga membeli buah di Pasar Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.)
SHARE

Pengamat ekonomi kreatif Febryan Wishnu mengatakan, tekanan terhadap ekonomi rumah tangga dinilai semakin berat di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Teori Vs Realita
  • Perlu Evaluasi

Ia menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah agar belanja negara benar-benar mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

Ketika masyarakat menggadaikan aset untuk membeli beras, dan pada saat yang sama negara menggelontorkan anggaran ratusan triliun untuk program-program yang manfaatnya dijanjikan dalam jangka panjang, ada sesuatu yang tidak sinkron dalam logika kebijakan tersebut,”

kata Wishnu saat diubungi Owrite, Selasa, 4 Ağustos 2026.

Ditambahkannya, persoalan utama bukan terletak pada benar atau salahnya kebijakan pemerintah, melainkan pada penentuan prioritas di tengah tekanan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat.

Pertamax Turun Mengikuti Minyak Dunia, Bahlil Ingatkan Harga BBM Bisa Naik Lagi

Ini bukan soal pemerintah salah atau benar secara ideologis. Ini soal urgensi dan sequencing kebijakan,”

ucapnya.

Ia menilai, pemerintah memang memiliki visi pembangunan jangka panjang melalui berbagai program strategis. Namun, manfaat jangka panjang tersebut harus diimbangi dengan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

Saya memahami bahwa program-program prioritas pemerintah memiliki logika pembangunan jangka panjang yang bisa dipertahankan. Tidak ada yang bisa membantah bahwa investasi jangka panjang menciptakan fondasi untuk pertumbuhan,”

ungkapnya.

Teori Vs Realita

Meski demikian, Wishnu mengingatkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan tantangan yang berbeda. Tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, sambungnya, saat ini membutuhkan respons yang lebih cepat.

Tapi teori pembangunan dan realita lapangan sering kali berbicara dalam bahasa yang berbeda, dan saat ini lapangan sedang berteriak,”

jelasnya.

Wishnu menambahkan, gejala pelemahan daya beli sudah terlihat dari sektor ekonomi kreatif. Banyak pelaku usaha kecil mengalami penurunan permintaan karena masyarakat mulai menekan pengeluaran.

Pelaku usaha kreatif skala kecil mulai melaporkan penurunan order yang signifikan. Produk kreatif adalah kategori yang pertama dipotong ketika rumah tangga mengencangkan ikat pinggang,”

tegasnya.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi sinyal awal, bahwa konsumsi rumah tangga sedang mengalami tekanan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan setiap belanja negara benar-benar memberi dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

Perlu Evaluasi

Ditegaskan Wishnu, yang perlu dievaluasi bukan hanya alokasi, tapi mekanisme transmisi belanja. Dari setiap rupiah yang dibelanjakan APBN, berapa yang benar-benar sampai ke kantong masyarakat kelas bawah dan menengah sebagai pemasukkan.

Baca juga:
MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Dana Pendidikan, Purbaya: Kami… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait anggaran…
DPR Minta Belanja Modal Kementerian Dipangkas, Anggaran Daerah Harus Ditambah… Penguatan otonomi daerah dinilai tak cukup hanya melalui regulasi. Wakil Ketua Komisi…
Usai Putusan MK, Komisi IX Ingatkan Pemerintah: Pendanaan MBG Jangan… Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan…
  • MK Putuskan Anggaran MBG Dipisah dari Dana Pendidikan, Purbaya: Kami Ikuti
  • DPR Minta Belanja Modal Kementerian Dipangkas, Anggaran Daerah Harus Ditambah di APBN…
  • Usai Putusan MK, Komisi IX Ingatkan Pemerintah: Pendanaan MBG Jangan Bebani Kementerian…

Jika sebagian besar belanja negara terserap oleh kontraktor besar, impor barang modal, atau birokrasi administrasi, maka multiplier effect-nya terhadap konsumsi domestik sangat terbatas,”

sambungnya.

Karena itu, Wishnu mengusulkan pemerintah melakukan evaluasi terbuka terhadap efektivitas program prioritas. 

Ia juga mendorong agar sektor ekonomi kreatif mendapat perhatian lebih besar, karena dinilai mampu menciptakan perputaran uang yang cepat di tingkat lokal.

Lakukan audit transmisi manfaat secara jujur dan publik. Identifikasi program mana yang multiplier-nya paling tinggi terhadap konsumsi rumah tangga dalam 12 bulan ke depan, dan perkuat alokasi ke arah sana,”

tutup Wsihnu.
Tag:APBNBelanjaEkonomi Rumah TanggaFebryan Wishnukrisis ekonomiProgram Prioritas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Elektabilitas Prabowo Merosot, Berbeda dengan SBY dan Jokowi yang Justru Menguat di Awal Kuasa
By Ani Ratnasari
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1
Usai Kalah Telak dari Vietnam, John Herdman Akui Timnas Indonesia Kalah Taktik
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
2
Heboh Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor, PSI Luruskan Kabar yang Bikin Geger
By Rahmat Baihaqi
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
3
Bukan MBG, Rocky Gerung Bongkar Biang Elektabilitas Prabowo Merosot
By Rika Pangesti
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
4
ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring
By Hardani Triyoga
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi proyek bendungan yang dilakukan BUMN Karya. (Sumber: Owrite/Dusep Malik)
Ekonomi Bisnis

BUMN Karya Tak Baik-baik Saja, Pengamat Bongkar Masalah Kronisnya Selama Ini

Pengakuan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria bahwa kondisi perusahaan badan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
9 menit lalu
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu (kanan).
Ekonomi Bisnis

LPS Bongkar Fakta soal Isu Makan Tabungan, Simpanan Warga di Bawah Rp100 Juta Justru Tumbuh

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan tidak ada indikasi fenomena makan tabungan pada…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
34 menit lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Bahlil: RKAB Tambang Bakal Diprioritaskan bagi Perusahaan dengan Royalti Tinggi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
37 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)
Ekonomi Bisnis

Usai Gelontorkan Rp400 Triliun, Purbaya Buka Opsi Tambah Dana ke Perbankan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan menambah penempatan dana pemerintah di perbankan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
53 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up