Aksi calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan melompati lingkaran api dan berjalan di atas bara yang viral di media sosial menuai sorotan DPR.
Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina mengingatkan agar pelatihan pembentukan karakter tidak mengabaikan prinsip keselamatan kerja, terlebih dilakukan oleh lembaga yang bertugas mengedukasi pekerja soal mitigasi risiko.
Sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang setiap hari mengedukasi pentingnya pencegahan risiko kerja, BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi teladan utama dalam menerapkan standar keselamatan pada setiap aktivitasnya, termasuk dalam pendidikan dan pelatihan pegawai,”
ujar Vita, di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Harus Sejalan Budaya Lembaga


Vita mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memang perlu membangun karakter, keberanian, dan daya juang pegawai. Namun, metode pelatihan harus tetap sejalan dengan budaya keselamatan yang selama ini menjadi nilai utama institusi tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah ramainya video yang memperlihatkan calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan mengikuti pelatihan ekstrem, mulai dari melompati lingkaran api hingga berjalan di atas bara.
Tayangan tersebut memicu perdebatan di media sosial mengenai relevansi metode tersebut bagi institusi pelayanan publik.
Menurut Vita, yang terpenting bukanlah seberapa ekstrem metode pelatihan yang digunakan, melainkan apakah pelatihan itu benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ukuran keberhasilan calon pegawai tidak ditentukan oleh keberanian melewati bara api, melainkan oleh integritas dalam mengelola amanah, profesionalisme kerja, serta empati terhadap peserta,”
tegasnya.
Harus Dilatih Pelayanan


Ia menegaskan, kualitas pegawai BPJS Ketenagakerjaan seharusnya diukur dari kemampuan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam menjamin hak pekerja melalui lima program perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Sebagai mitra pengawas, Komisi IX DPR pada prinsipnya mendukung inovasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Namun, setiap metode pelatihan harus memiliki manfaat yang terukur dan tidak mengesampingkan aspek keselamatan.
Vita mengingatkan agar keberanian yang bersifat simbolis tidak mengalihkan perhatian dari tugas utama BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara layanan publik.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi publik dibangun melalui budaya kerja yang profesional, berintegritas, mengutamakan keselamatan, dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik. Itulah fondasi sesungguhnya untuk menjaga kepercayaan masyarakat,”
jelasnya.























