Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun masa kepemimpinannya.
Menurut Daniel, Prabowo berhasil menempatkan ketahanan pangan dan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Langkah Presiden Prabowo dalam menjadikan pangan sebagai sektor andalan adalah awal yang baik. Semoga kedepannya semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Daniel dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Daniel menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen besar dengan menyiapkan anggaran Rp40 triliun untuk sektor pertanian pada 2026.
Ia berharap kebijakan tersebut terus diperkuat agar bisa menopang kebutuhan pangan untuk lebih dari 280 juta jiwa rakyat Indonesia.
Idealnya, anggaran pertanian minimal lima persen dari APBN agar bisa memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” tambahnya.
Politisi Fraksi PKB ini menegaskan, pangan bukan hanya kebutuhan dasar masyarakat, tapi juga benteng pertahanan ekonomi dan politik bangsa. Jika pasokan pangan terganggu, maka stabilitas nasional pun bisa terdampak.
Soroti Kenaikan Harga Beras dan Bahan Pokok
Meski produksi beras diklaim meningkat, Daniel menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras.
Ia mengingatkan agar pemerintah tak hanya fokus pada operasi pasar, tapi juga mencari akar masalah kenaikan harga di tengah rendahnya daya beli masyarakat.
Kita perlu tahu penyebab utama harga naik, apalagi saat banyak warga masih bergantung pada program bantuan sosial dan kesempatan kerja belum merata,” jelasnya.
Daniel menilai pemerintah harus memperkuat sistem pengelolaan pangan nasional secara menyeluruh, mulai dari tahap produksi hingga distribusi.
Menurutnya, di sisi hulu, perlu perbaikan pada kualitas tanah, sumber daya manusia pertanian, hingga infrastruktur Sementara di hilir, pemerintah harus memastikan pengelolaan pascapanen, penyimpanan, distribusi, serta stabilisasi harga berjalan dengan baik.
Pangan harus bisa dijangkau semua lapisan masyarakat dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin,” tegas Daniel.
Lindungi Lahan Pertanian dari Alih Fungsi
Selain itu, Daniel juga mendesak pemerintah untuk serius menjalankan Undang-Undang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa daerah dengan lahan subur harus dijaga agar tidak dialihfungsikan menjadi kawasan industri atau properti.
Kalau lahan produktif terus berkurang, akan sulit mempertahankan ketahanan pangan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
