Rapat kerja perdana Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI pada Senin, 15 Juni 2026, digelar tertutup. Padahal, agenda yang dibahas menyangkut penggunaan anggaran yang tengah menjadi sorotan publik setelah pergantian pucuk pimpinan lembaga yang seumur jagung tersebut.
Rapat ini menjadi penampilan pertama Kepala BGN baru, Nanik S. Deyang, di hadapan anggota parlemen sejak dilantik Presiden Prabowo pada 8 Juni 2026. Dia menduduki “kursi gizi” tersebut berdasar Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.
Nanik ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh penyidik Kejaksaan Agung. Keputusan menggelar rapat secara tertutup diambil setelah pembukaan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh.
Sepakat Tertutup
Sebelum memulai pembahasan, Nihayatul memastikan rapat telah memenuhi syarat kuorum dengan kehadiran 35 anggota dari total 43 anggota Komisi IX yang berasal dari delapan fraksi.
“Bapak, Ibu, yang saya hormati, ada 35 dari 43 anggota dari 8 fraksi yang hadir . Jadi rapat ini sudah kuorum dan rapat ini saya buka. Saya bertanya kepada seluruh anggota, karena ini Rapat Pembahasan Anggaran, apakah rapat ini terbuka atau tertutup? Tertutup? Oke,”
ujar Nihayatul.
Politikus PKB itu kemudian menegaskan pembahasan anggaran BGN akan dilakukan secara tertutup sebagaimana rapat-rapat anggaran sebelumnya.
“Seperti rapat-rapat kemarin untuk membahas anggaran, rapat ini saya nyatakan tertutup untuk umum,”
lanjut dia.
Rapat tertutup ini menjadi sorotan lantaran berlangsung di tengah upaya pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap BGN. Apalagi, lembaga tersebut mengelola anggaran negara dalam jumlah besar untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program ambisius pemerintahan Prabowo.
Karena itu, rapat perdana Nanik ini dinilai menjadi momentum penting untuk menjelaskan kondisi terkini BGN, realisasi anggaran, serta langkah pembenahan internal setelah kasus hukum yang menjerat pimpinan sebelumnya.


