Kebiasaan merokok di dalam rumah tangga tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok maupun orang di sekitarnya.
Ketika pengeluaran untuk rokok menggeser anggaran kebutuhan pangan keluarga, kondisi tersebut dapat ikut meningkatkan risiko kurang gizi hingga stunting pada anak.
Ahli kesehatan masyarakat dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH, mengatakan hubungan antara konsumsi rokok dan stunting dapat dilihat melalui dua jalur utama, yakni ekonomi dan biologis.
Ketika rokok menjadi prioritas dibandingkan anggaran belanja pangan keluarga, inilah yang menjadi ancaman kesehatan, seperti stunting, kurang gizi pada anak atau ibu hamil,”
ujar Dicky dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Dicky, jalur ekonomi berkaitan dengan kompetisi antara pengeluaran untuk rokok dan kebutuhan dasar keluarga.
Setiap uang yang digunakan untuk membeli rokok berpotensi mengurangi anggaran yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Pada keluarga dengan kondisi ekonomi rendah, pengeluaran untuk rokok bahkan dapat menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar.
Akibatnya, kualitas makanan yang dikonsumsi keluarga berisiko menurun, terutama bagi anak yang membutuhkan asupan protein, zat besi, zinc, serta berbagai mikronutrien untuk mendukung pertumbuhan.
Setiap rupiah yang digunakan untuk membeli rokok adalah rupiah yang tidak digunakan untuk membeli pangan bergizi, apakah membeli telur, ikan, susu, buah, atau sayuran,”
jelasnya.
Selain itu, dr. Dicky juga mengatakan jalur biologis menghubungkan paparan rokok dengan risiko gangguan pertumbuhan anak.
Paparan asap rokok selama kehamilan maupun setelah anak lahir dapat meningkatkan sejumlah risiko kesehatan.
Di antaranya berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan janin, infeksi saluran pernapasan berulang, penurunan fungsi paru, hingga meningkatnya kebutuhan energi akibat infeksi kronis.
Ini yang menjadi determinan utama stunting,”
katanya.
Dicky menyebut pada 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara khusus menerbitkan ringkasan bukti ilmiah mengenai hubungan penggunaan tembakau dan stunting pada anak.
Jadi anak yang tinggal dengan orang tua yang merokok itu memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan, dan risikonya meningkat seiring banyaknya paparan asap rokok,”
pungkasnya.



















