Harga minyak turun pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Penurunan harga terjadi seiring investor menilai kemajuan dalam pembicaraan yang membukan jalan kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pembicaraan Iran-Oman diharapkan bisa membuka jalan kesepakatan damai Washington dengan Teheran untuk mengakhiri perang, serta membuka kembali Selat Hormuz.
Tekanan jual muncul menyusul laporan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman menunjukkan kemajuan,”
kata Ekonom Nomura Securities, Yuki Takashima dilansir dari The Economic Times, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Adapun harga minyak mentah Brent turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi US$79,08 per barel pada pukul 00.24 waktu setempat. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 53 sen atau 0,7 persen menjadi $74,69 per barel.
Harga minyak Brent ditutup sedikit naik pada hari Rabu, sementara harga WTI sedikit turun.
Menurutnya, harga minyak kini kembali ke level yang terlihat saat AS dan Iran menandatangani perjanjian damai sementara pada 17 Juni. Investor kini sedang mencermati apakah kedua pihak dapat mencapai kesepakatan damai yang bersifat final.
Sebuah usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri konflik AS-Iran akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz. Hal itu jadi salah satu konsesi terbesar yang pernah diberikan kepada Iran.
Namun, belum ada tanggapan langsung dari AS mengenai usulan tersebut. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali selat tersebut akan segera tercapai.
Para pejabat AS juga berulang kali menegaskan bahwa mereka tak akan pernah menyetujui Iran mengendalikan akses ke jalur perdagangan energi terpenting di dunia tersebut.
Peringatan Iran
Iran sudah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa serangan baru AS terhadap wilayahnya akan memicu pembalasan terhadap infrastruktur energi vital di seluruh kawasan. Informasi itu disampaikan oleh lima sumber yang menyebut Teheran berupaya meningkatkan biaya politik dan militer dari setiap aksi AS dengan mengancam sekutu-sekutu terdekat Washington di kawasan.
Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengatakan sudah meluncurkan serangan rudal terhadap sebuah kapal tanker minyak Saudi di lepas pantai Kota Yanbu, pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah. Kelompok tersebut juga mengklaim menyerang kapal tanker minyak Saudi lainnya di Teluk Aden.
Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi mengenai kedua insiden tersebut.
Takashima mengatakan kekhawatiran bahwa serangan Houthi bisa mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah membatasi optimisme pasar terhadap prospek berakhirnya gangguan pengiriman di Timur Tengah.

























