Ekonom Ferry Latuhihin meminta Presiden Prabowo Subianto berhati-hati terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Peringatan itu disampaikan usai kediamannya didatangi dan dilakukan pemeriksaan pajak tak jelas oleh pegawai pajak atas perintah Menkeu Purbaya.
Atas hal tersebut, Ferry mengkritik perlakuan Purbaya yang menurutnya persoalan pribadi tidak semestinya dibawa ke dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Perlakuan kepada saya ini adalah perlakuan yang sangat kekanak-kanakan oleh seorang Menteri Keuangan yang tidak pantas dilakukan,”
katanya dikutip dari podcast YouTube ForumkeadilanTV, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Ferry, seorang pejabat negara harus mampu memisahkan persoalan pribadi dari kewenangan yang dimiliki sebagai penyelenggara negara.
Ia mengaku khawatir apabila persoalan personal justru memengaruhi pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.
Pak Presiden harus hati-hati dengan orang seperti ini, yang masalah pribadi dibawa ke dalam hasanah pemerintahan. Ini sudah enggak pantas sekali,”
tegasnya.
Ferry menjelaskan, bahwa perselisihan pribadi seharusnya diselesaikan secara pribadi, bukan melalui penggunaan kewenangan jabatan.
Ia juga memastikan akan terus menyuarakan kritik apabila merasa masih mendapat perlakuan yang dianggap tidak semestinya.
Masalah pribadi selesaikan secara pribadi. Jangan menggunakan kekuasaan atau wewenang untuk menyerang orang yang kita tidak sukai. Oleh karena itu saya akan bilang, saya keep fighting kalau saya terus diganggu,”
jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ferry juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya telah menyampaikan penolakan terhadap pengangkatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.
Sejak awal, pada waktu dia diangkat menjadi Menteri Keuangan, saya sebagai ekonom, saya berhak bersuara. Saya bilang, dia bukan orang yang pantas,”
ucapnya.
Prof. Ferry menduga kritik yang pernah ia sampaikan tersebut menjadi salah satu penyebab hubungan keduanya memburuk.
Mungkin dari situ juga sudah sakit hati. Karena saya tahu siapa dia, karena kita pernah sama-sama di Danareksa Research Institute. Selama empat tahun pergaulan saya sama dia, saya tidak melihat dia sebagai seorang ekonom,”
tutupnya.





















