Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Kementerian Keuangan akan mengambil alih utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh melalui Special Mission Vehicle (SMV). Artinya, seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ada di bawah Kemenkeu.
Purbaya mengatakan, proses pengalihan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini kan diserahkan dari Danantara, kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat mungkin pertengahan September sudah akan clear,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Tak Pakai APBN


Purbaya memastikan, penyelesaian restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Kepastian ini karena pengelolaan utang tersebut akan ditarik ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan dikelola oleh SMV atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus di bawah Kemenkeu. Namun, Purbaya tidak mengungkapkan SMV mana yang akan mengelola utang tersebut.
Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi nggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun dikelola pemerintah, tidak akan membebani APBN,”
jelasnya.
KCIC di Bawah Kemenkeu


Adapun dengan pengalihan ini maka kepemilikan saham PT KCIC tidak lagi di bawah konsorsium BUMN, melainkan akan berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan.
Diketahui, untuk 60 persen saham dipegang pihak Indonesia melalui PT PSBI dan 40 persen oleh konsorsium China. Sehingga, dengan pengalihan pada September nantinya, maka 60 persen saham digenggam Kemenkeu.
(Kepemilikan KCIC) di saya, bukan (di bawah KAI). 60 persen (saham) kasih ke kita, 40 persen ada yang lain masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana,”
tuturnya.























