Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup ditangani dengan memadamkan api. Pemerintah diminta perkuat sistem pencegahan setelah luas areal karhutla sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare.
Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah antisipasi. Hal itu menyusul kebakaran yang melanda kawasan konservasi Gunung Bromo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kebakaran tersebut dilaporkan berdampak pada sekitar 60 hektare area.
Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat, bukan hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi di daerah lain,”
kata Hindun dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.
Hindun menilai pemerintah tak bisa menunggu kebakaran meluas baru bertindak. Terlebih, ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena iklim seperti El Nino dapat meningkatkan risiko karhutla.
Politisi Fraksi PKB itu menyebut kenaikan luas karhutla perlu jadi alarm bagi pemerintah untuk perkuat sistem kesiapsiagaan nasional. Menurutnya, pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas dalam tata kelola kehutanan.
Maka itu, Kemenhut diminta perkuat patroli terpadu, meningkatkan pemantauan titik panas atau hotspot. Selain itu, menyiagakan peralatan pemadaman, serta memperluas edukasi mitigasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Dia menyindir jangan sampai menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi fokus utama.
Kementerian Kehutanan harus memastikan patroli terpadu diperkuat, pemantauan titik panas dilakukan secara intensif. Peralatan pemadaman disiagakan, serta edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan terus ditingkatkan,”
ujarnya.
Hindun juga mendorong koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pengelola taman nasional, hingga kelompok relawan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk perkuat deteksi dini dan mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi.
Kolaborasi ini penting guna melindungi keanekaragaman hayati, menekan emisi karbon, serta menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana asap dan kekeringan,”
tutur Legislator Dapil Jawa Tengah II itu.



























