Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Kabinet Bayangan, Feri Amsari mengkritik cara pengelolaan negara yang menurutnya tidak boleh dilakukan dengan jawaban serba “pokoknya ada”, terutama ketika menyangkut administrasi dan penggunaan uang negara.
Feri menyindir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait transparansi anggaran program pembagian kupon belanja serta pasar rakyat atau pasar murah bagi masyarakat beberapa waktu lalu.
Tidak mungkin kita serahkan republik ini ke orang-orang seperti Seskab Teddy. Ngurus uang saja dia tidak paham, pokoknya ada,”
katanya dalam acara uji kelayakan menteri kabinet bayangan di Universita Indonesia (UI), Kamis, 13 Agustus 2026.
Feri menyampaikan kritik tersebut saat mendorong masyarakat, khususnya kelompok terdidik, untuk mulai memikirkan pengelolaan republik melalui langkah-langkah konkret.
Menurutnya, persoalan administrasi keuangan negara membutuhkan penjelasan yang jelas, bukan jawaban yang mengambang.
Sekarang kampanyenya begitu, pokoknya baik seperti Iqbal Damanik. Kok soal administrasi keuangan negara disebut pokoknya ada. Di mana sekolahmu?”
ucapnya.
Kapasitas Pengelolaan Negara
Feri kemudian mempertanyakan kapasitas pengelolaan negara apabila persoalan administrasi keuangan dijawab tanpa penjelasan mengenai dasar, sumber, maupun mekanisme pengelolaannya.
Ia bahkan menyindir latar belakang pendidikan pejabat yang dinilainya perlu dipertanyakan dalam konteks kemampuan mengelola negara.
Nggak ikut kuliah di FIA begitu ya? UI gitu ya? Ini apa-apaan mengelola negara dengan cara begini,”
kesalnya.
Dijelaskan Feri, pengelolaan program yang menggunakan sumber daya negara semestinya disertai tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Transparansi, kata dia, menjadi bagian penting agar masyarakat mengetahui bagaimana sebuah program dijalankan dan dari mana pembiayaannya berasal.
Oleh karena itu mohon kita mulai berpikir untuk Indonesia lebih baik ke depan agar kaum terdidik memikirkan rakyat bersama, menyatukan kekuatannya dan ini harus jadi kekuatan bersama,”
tutup Feri.



















