Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tak boleh berhenti sebagai program pemerintah semata.
Kedua program itu dinilai mesti memiliki dampak nyata terhadap kualitas manusia sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.
Muzani menyebut MBG sebagai salah satu terobosan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar membagikan makanan kepada masyarakat.
Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan. Namun, merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas,”
kata Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dia menyampaikan pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang.
Adalah mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bersaing secara kompetitif,”
ujarnya.
Namun, Muzani mengingatkan tujuan besar MBG harus dibarengi tata kelola yang benar. Artinya, keberhasilan MBG tak cukup hanya diukur dari berapa banyak porsi makanan yang dibagikan.
Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel,”
jelas politikus Partai Gerindra itu.
Muzani kemudian mengaitkan agenda pembangunan manusia tersebut dengan penguatan ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Dia menilai pengembangan koperasi sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Koperasi merupakan salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi,”
katanya.
Menurut Muzani, koperasi seharusnya mampu memperkuat posisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Petani, misalnya, diharapkan memiliki daya tawar lebih kuat. Sementara, nelayan dan pelaku usaha mikro mendapat akses pasar yang lebih luas.
Pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat,”
ujarnya.
Karena itu, Muzani mengingatkan KDMP jangan hanya dibentuk secara administratif tanpa aktivitas ekonomi yang jelas. Koperasi harus benar-benar menjadi kendaraan ekonomi masyarakat desa.
Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama,”
lanjut Muzani.
Dia menyampaikan ukuran keberhasilan koperasi bukan pada banyaknya koperasi yang dibentuk, melainkan pada manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan anggotanya.
Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat,”
tuturnya.

























