Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 17 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Megawati, TAP MPRS 33, dan Luka Panjang Keluarga Bung Karno
Nasional

Megawati, TAP MPRS 33, dan Luka Panjang Keluarga Bung Karno

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 17, 2026 2:13 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026. (Istimewa)
SHARE

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali mengungkit luka ayahanda, Soekarno, dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Daftar isi Konten
  • Ia yang Mendekam
  • Sanjung Luar
  • Keyakinan

Pencabutan Ketetapan Majelis Permuyawaratan Rakyat Sementara (TAP MPRS) Nomor 33 Tahun 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sejarah.

Megawati menyampaikan hal itu saat menjadi Inspektur Upacara pengibaran bendera Merah Putih di lapangan Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026. 

Ia berujar persoalan utama bukan sekadar keputusan politik untuk mencabut TAP MPRS, tapi ada persoalan yang lebih besar yakni keberanian bangsa melihat sejarah secara jujur.

“Meskipun Ketetapan MPRS Nomor 33 MPRS Tahun 1967 telah dicabut, namun bagi saya persoalan sejarah tidak berhenti pada pencabutan sebuah ketetapan. Terpenting adalah bagaimana nurani sejarah,”

ujar Megawati.
Baca juga:
Kasus Keracunan MBG Berulang, PDIP: Di Situ Ada Pemburu Rente Kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.…
Hukum Kaku ala Londo: Megawati Pertanyakan Keadilan Pencuri Labu vs.… Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik penegakan hukum di Indonesia lantaran kerap…
Rapal dari Sekolah Partai: Megawati Kirim Doa untuk Korban Gempa… Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh rakyat…
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, PDIP: Di Situ Ada Pemburu Rente
  • Hukum Kaku ala Londo: Megawati Pertanyakan Keadilan Pencuri Labu vs. Si Hobi…
  • Rapal dari Sekolah Partai: Megawati Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT di…

Ia yang Mendekam

Megawati kemudian mengungkap kembali masa kelam yang harus dilalui Bung Karno. Menurut dia, sang Proklamator menghabiskan sekitar 18 tahun dalam penjara, pengasingan, hingga tahanan rumah.

Rinciannya, sekitar 12 tahun dihabiskan dalam penjara dan pengasingan pada masa kolonial Belanda, dua tahun dalam pengasingan pada masa revolusi fisik, dan empat tahun menjalani tahanan rumah pada masa Orde Baru.

Hal yang paling disorot Megawati adalah masa penahanan Bung Karno pada era Presiden Soeharto. Ia menyebut ayahnya ditempatkan di sejumlah lokasi tanpa pernah menjalani proses pengadilan.

“Coba kamu bayangkan, Bung Karno itu proklamator. Tiba-tiba pada zaman Orde Baru, ketika zaman Pak Harto, karena Pak Harto ingin menjadi presiden, maka Bung Karno ditahan. Saya pun tidak tahu namanya apa. Hanya ditaruh permulaan di Istana Bogor, setelah itu di Batu Tulis, lalu di Wisma Yaso. Tanpa proses pengadilan,”

ungkap Megawati.

Persoalan itu bukan hanya menyangkut dirinya sebagai anak Bung Karno, Namun, sejarah perihal itu ia sebut harus ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan bangsa yang perlu diketahui generasi sekarang.

Ia juga menyinggung kepedihan keluarga yang selama puluhan tahun tidak memperoleh dokumen resmi mengenai status hukum penahanan Bung Karno.

Sanjung Luar

Di sisi lain, Megawati membandingkan perlakuan terhadap Bung Karno di dalam negeri dengan penghormatan yang diterima di luar negeri. Nama hingga patung Bung Karno justru diabadikan di berbagai negara.

“Bulan depan saya diminta ke Uzbekistan untuk meresmikan patung Bung Karno di sana. Mengapa (orang-orang) di sini malah melecehkan beliau?”

tanya dia.

Megawati mengungkit kembali sejarah Bung Karno bukan ingin membuka dendam lama. Ia menyebut pembahasan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk memastikan generasi muda tidak menerima sejarah secara sepenggal.

“Saya berbicara bukan hanya karena saya anak Bung Karno… Saya berbicara sebagai warga bangsa, saya berbicara sebagai warga negara Indonesia. Sebab apa? Bung Karno bukan hanya milik keluarganya, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan dunia,”

tutur dia.

Keyakinan

Ia kemudian mengenang perjuangan keluarganya selama 57 tahun hingga akhirnya TAP MPRS Nomor 33 Tahun 1967 resmi dicabut.

“Peristiwa itu mengajarkan satu hal kepada saya bahwa kebenaran mungkin dapat ditunda, tetapi kebenaran itu tidak akan pernah kehilangan jalannya. Kebenaran itu pasti menang!”.

tegas dia

Mantan Presiden ke-5 RI itu pun meminta generasi penerus tidak mewarisi kebencian dari konflik masa lalu. Namun, ia juga mengingatkan agar bangsa ini tidak mewariskan ketidakjujuran sejarah.

Baca juga:
RI Genap 81 Tahun, Ketua KPK Sorot Korupsi yang Masih… Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyoroti kasus korupsi masih marak…
Amanat "Medan Tempur Tanpa Senjata", Ketua KPK: Perjuangan Jaga Amanah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan perjuangan kemerdekaan tidak selalu…
Mensesneg Ungkap Persiapan Upacara 17 Agustus Sudah 99 Persen, Tinggal… Persiapan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara pada Senin,…
  • RI Genap 81 Tahun, Ketua KPK Sorot Korupsi yang Masih Marak "Gerogoti"…
  • Amanat "Medan Tempur Tanpa Senjata", Ketua KPK: Perjuangan Jaga Amanah
  • Mensesneg Ungkap Persiapan Upacara 17 Agustus Sudah 99 Persen, Tinggal Tunggu Momen…
Tag:HeadlineHUT RI ke-81MegawatiPDIPSoekarnoTAP MPRS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
HUT RI ke-81: Gaya Nyentrik Gibran Berbalut Adat NTT, Kumpul Keluarga Besar di Istana
By Hadi Febriansyah
Eks Presiden RI Joko Widodo (kiri), Presiden RI Prabowo Subianto tengah), dan Wakil Presiden Gibran (kanan) dalam peringatan HUT KE-81 RI di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2026.
1
Cegah Rasuah: KPK “Pasang Mata” Penyaluran Bantuan Gempa NTT
By Rahmat Baihaqi
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).
2
Tampil Anggun Berkebaya Putih, Dewi Soekarno Hadiri Upacara HUT RI di Istana Merdeka
By Rahmat Baihaqi
Istri mendiang Presiden pertama Soekarno, Ratna Dewi Soekarno atau Dewi Soekarno memakai kebaya putih menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara.
3
Dari Sinden Cilik hingga Peraih Emas Olimpiade, Ini Keseruan HUT ke-81 RI di Istana
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) membacakan naskah Proklamasi pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta
4
Kenalan dengan Paskibraka HUT ke-81 RI di Istana, Ada Pelajar dari Kalbar hingga Yogyakarta
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyerahkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Celina Olivia Apriani Theo (kiri) pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Kartu Indonesia Sehat. (Sumber: Dok. BPJS Kesehatan)
Nasional

Pasien BPJS Dianaktirikan, Kabinet Bayangan: Sistem Kesehatan Nasional ‘Sakit Kronis’

Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana menilai persoalan layanan terhadap pasien BPJSKesehatan…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
8 menit lalu
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Nasional

Hukum Kaku ala Londo: Megawati Pertanyakan Keadilan Pencuri Labu vs. Si Hobi Mangkir

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik penegakan hukum di Indonesia lantaran kerap…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
2 jam lalu
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Upacara HUT RI ke-81 di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 17 Agustus 2026.
Nasional

Rapal dari Sekolah Partai: Megawati Kirim Doa untuk Korban Gempa NTT di HUT Ke-81 RI

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh rakyat…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
3 jam lalu
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).
Nasional

Cegah Rasuah: KPK “Pasang Mata” Penyaluran Bantuan Gempa NTT

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengawasi proses penyaluran bantuan untuk korban gempa…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up