Tiga hari pascagempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Basarnas masih menempatkan tim siaga di tujuh kabupaten terdampak. Meski hingga 17 Agustus 2026 tidak ada lagi laporan warga yang hilang, proses pencarian dan penanganan di wilayah terdampak tetap dilakukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan personel gabungan Basarnas masih dikerahkan di sejumlah titik terdampak.
Tim Basarnas masih siaga di 7 kabupaten terdampak,”
kata Berton saat konferensi pers perkembangan penanganan gempa NTT, Senin, 17 Agustus 2026.
Berton menyebut sampai saat ini tidak ada laporan warga yang masih hilang. Namun, kondisi tersebut tidak membuat tim gabungan menghentikan upaya pencarian.
Hingga saat ini (17 Agustus), sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak,”
ucapnya.
Menurut Berton, personel tetap diturunkan secara optimal meski tidak ada laporan orang hilang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian dan penanganan korban berjalan maksimal di wilayah yang terdampak gempa.
Meskipun tidak ada laporan, tim gabungan Basarnas tetap melakukan upaya-upaya pencarian dan tetap menurunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak,”
jelas Berton.
Ia menjelaskan, kewaspadaan masih diperlukan karena aktivitas kegempaan di NTT belum sepenuhnya berhenti. BNPB mencatat sebanyak 1.576 gempa susulan terjadi hingga 17 Agustus 2026.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, dua di antaranya tercatat memiliki magnitudo 6,0 atau lebih. Salah satunya bahkan mencapai magnitudo 6,2. Sekitar 300 gempa lainnya dirasakan masyarakat, sementara lebih dari 1.500 gempa tidak dirasakan.
Di sisi lain, proses penanganan korban masih berlangsung. BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang mengguncang sejumlah wilayah NTT.
Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat korban jiwa terbanyak dengan 26 orang, disusul Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing dua orang.
Pemerintah juga terus melakukan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak. Akses jalan secara umum sudah dapat dilalui, meski masih terbatas.
Sementara itu, pemulihan listrik telah mencapai 99,5 persen dari 566.797 pelanggan terdampak. Masih ada 2.732 pelanggan yang membutuhkan penanganan.




















