Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China
Nasional

Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: Agustus 18, 2026 12:02 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 jam lalu
Share
Presiden Prabowo meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Presiden Prabowo meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026. (setneg.go.id)
SHARE

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno merespons perihal program Motor Listrik Nasional (Molinas) yang ia anggap berpeluang besar untuk mendorong transformasi industri otomotif Indonesia. Namun, program tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penggantian motor berbahan bakar bensin.

Di tengah tingginya angka kecelakaan sepeda motor dan persoalan kemacetan di kawasan perkotaan, Molinas perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi transportasi nasional yang lebih luas. Program tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat industri kendaraan nasional sekaligus menghadirkan moda transportasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Harga Jadi Tantangan

Dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026, Djoko berpendapat salah satu tantangan utama Molinas adalah persoalan harga. Produk Molinas harus berhadapan dengan kendaraan asal China yang selama ini unggul dalam rantai pasok dan kapasitas produksi.

Produsen China mampu memanfaatkan skala ekonomi sehingga dapat menawarkan kendaraan dengan harga yang kompetitif. Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat menjadi peluang bagi industri dalam negeri untuk membangun keunggulan.

Keterlibatan insinyur Indonesia dalam proses desain dan manufaktur dapat menghasilkan kendaraan yang lebih sesuai dengan kondisi geografis, kebutuhan mobilitas, serta kemampuan daya beli masyarakat.

“Pengembangan desain dan manufaktur oleh insinyur dalam negeri membuka ruang bagi penyesuaian spesifikasi yang lebih tepat sasaran dengan kondisi geografis dan daya beli masyarakat Indonesia,”

kata Djoko.

Apabila insentif kendaraan nasional dapat diterapkan dengan tepat, biaya operasional motor listrik yang relatif rendah juga berpotensi membantu produk nasional membangun harga kompetitif, khususnya untuk konsumen segmen menengah-bawah.

Baca juga:
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik… Momen Presiden Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)…
Motor Listrik Nasional Berpotensi Ubah Indonesia dari Pasar Jadi Produsen Program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai dapat menjadi momentum penting bagi perkembangan…
Prabowo Klaim Pendapatan Ojol Naik 3 Kali Lipat, SPAI Sindir… Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menyebut klaim Presiden Prabowo Subianto mengenai kenaikan…
  • Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
  • Motor Listrik Nasional Berpotensi Ubah Indonesia dari Pasar Jadi Produsen
  • Prabowo Klaim Pendapatan Ojol Naik 3 Kali Lipat, SPAI Sindir Keras Lihat…

Ekosistem Jadi Penentu Daya Saing

Persaingan motor listrik tidak hanya bergantung pada harga kendaraan. Kekuatan sebuah merek juga sangat dipengaruhi oleh ekosistem yang mendukung produk tersebut.

Ekosistem itu mencakup ketersediaan baterai, stasiun pengisian dan penukaran baterai, suku cadang, bengkel, hingga layanan purna jual.

Maka, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu pekerjaan penting dalam pengembangan Molinas. Semakin banyak komponen utama yang diproduksi di Indonesia, semakin kuat pula fondasi industri motor listrik nasional.

“Keunggulan merek nasional akan bergantung pada seberapa jauh integrasi Tingkat Komponen Dalam Negeri, khususnya lokalisasi produksi baterai dan komponen inti lain,”

ujar Djoko.

Jaringan layanan purna jual juga menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen. Ketersediaan suku cadang dan kepastian layanan dalam jangka panjang dapat menjadi keunggulan bagi merek nasional ketika bersaing dengan produk asing.

Merek lokal berkesempatan untuk membangun jaringan servis yang luas, memastikan ketersediaan komponen, serta memberikan jaminan layanan purna jual kepada konsumen.

Produk China Jadi Tantangan Besar

Namun, upaya membangun industri motor listrik nasional tidak akan mudah. Produk China sudah memiliki ekosistem manufaktur dan rantai pasok yang sangat kuat.

China saat ini menguasai lebih dari 70 persen rantai pasok kendaraan listrik global. Kondisi tersebut membuat industri Indonesia harus menghadapi tantangan mulai dari harga, teknologi, komponen hingga skala produksi.

Dalam situasi tersebut, dukungan pemerintah melalui kebijakan insentif dinilai memiliki peran penting. Djoko berkata insentif pemerintah tidak boleh hanya dilihat sebagai instrumen untuk menekan harga jual kendaraan listrik.

Insentif juga diperlukan untuk memberikan ruang kepada industri nasional agar dapat berkembang pada tahap awal.

“Insentif pemerintah bukan sekadar kebijakan pelengkap, melainkan faktor kunci yang menentukan apakah Program Motor Listrik Nasional mampu bersaing secara komersial dan mendorong migrasi massal masyarakat dari motor bensin,”

jelas Djoko.

Intervensi pemerintah dinilai masih dibutuhkan selama industri berada dalam masa transisi. Namun, tujuan akhir bukanlah menciptakan ketergantungan terhadap subsidi, melainkan membantu industri mencapai skala produksi, mengembangkan teknologi, dan membangun ekosistem yang kuat.

“Insentif tidak hanya berfungsi menurunkan harga agar terjangkau oleh daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen proteksi terarah agar industri kendaraan listrik nasional dapat tumbuh, membangun kemandirian teknologi, dan pada akhirnya mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada subsidi di masa depan,”

tutur Djoko.

Tidak Otomatis Atasi Kemacetan

Elektrifikasi kendaraan juga tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kemacetan di kota-kota besar. Saat ini, motor masih mendominasi sekitar 75-80 persen kendaraan di perkotaan.

Jika program motor listrik hanya meningkatkan jumlah kendaraan pribadi, persoalan kepadatan lalu lintas justru berpotensi semakin kompleks. Karena itu Djoko meminta distribusi dan penggunaan motor listrik dirancang secara lebih strategis.

“Jika distribusi penjualan motor listrik tidak diatur dengan bijak, upaya pemerintah kota mengatasi kemacetan tentu akan sia-sia,”

kata dia.

Ia mendorong agar pertumbuhan motor listrik lebih banyak diarahkan ke wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, serta daerah luar Jawa yang membutuhkan kendaraan dengan biaya operasional rendah.

Sementara di wilayah perkotaan, kebijakan transportasi tetap perlu memprioritaskan pengembangan angkutan umum massal.

Kemudian, insentif pembelian motor listrik berpotensi meningkatkan kepemilikan kendaraan pribadi jika masyarakat membeli kendaraan listrik sebagai tambahan, bukan menggantikan kendaraan lama.

“Pada dasarnya, motor listrik nasional sekadar mengalihkan sumber emisi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, tanpa mengurangi volume kemacetan di perkotaan,”

ujar Djoko.
Baca juga:
TK Syakira Barumun 'Naik Kelas': Pemerintah Revitalisasi Bangunan Kayu di… TK Syakira Barumun, sekolah yang dibangun atas inisiatif masyarakat di tengah perkebunan…
HUT RI ke-81: Gaya Nyentrik Gibran Berbalut Adat NTT, Kumpul… Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menghadiri upacara Kemerdekaan Republik Indonesia…
Sinyal Hijau dari Ketua KPK: Dukung Wacana Prabowo Bentuk Pengadilan… Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyambut baik wacana Presiden Prabowo…
  • TK Syakira Barumun 'Naik Kelas': Pemerintah Revitalisasi Bangunan Kayu di Pelosok Sawit
  • HUT RI ke-81: Gaya Nyentrik Gibran Berbalut Adat NTT, Kumpul Keluarga Besar…
  • Sinyal Hijau dari Ketua KPK: Dukung Wacana Prabowo Bentuk Pengadilan Ad Hoc…
Tag:industriMolinasMotor Listrik NasionalMTIprabowoTransportasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
2
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
3
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
4
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
5

BERITA LAINNYA

Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).
Nasional

Gempa NTT: DPR Turun Tangan Dorong Bantuan dan Relokasi Anggaran

DPR RI menaruh perhatian khusus pada penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
59 detik lalu
Ilustrasi siswa sekolah
Nasional

Kasus Guru Honorer Jadi Terdakwa, JPPI Sentil Tata Kelola Sekolah: Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

Pengamat pendidikan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ari Hadianto, menilai kasus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
31 menit lalu
Sejumlah penumpang berjalan menaiki pesawat di Bandara Komodo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026). (Sumber: Antara Foto/Fikri Yusuf/nym)
Nasional

Usai Diguncang Gempa Magnitudo 7,7, Kemenhub Tetap Buka Enam Bandara di NTT

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan bahwa seluruh bandar udara…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
45 menit lalu
Pengemudi ojek online mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Cilandak, Jakarta.
Nasional

Prabowo Klaim Pendapatan Ojol Naik 3 Kali Lipat, SPAI Sindir Keras Lihat Fakta Lapangan

Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menyebut klaim Presiden Prabowo Subianto mengenai kenaikan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up