Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo kembali berjalan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kondisi tersebut terlihat dari aktivitas pelayaran wisata yang kembali dibuka. Berdasarkan pemantauan Pos Pendamping Nasional (Pospenas), pada Minggu, 16 Agustus 2026 tercatat 308 kapal wisata berangkat dari Labuan Bajo dengan membawa 3.651 penumpang.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., mengatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo secara umum telah kembali berjalan setelah dilakukan pemantauan terhadap kondisi pascagempa.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Kami memantau Labuan Bajo dan Flores (BPOLBF) memantau Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo secara umum tetap dapat menjalankan aktivitas pariwisata, setelah akses pelayaran dibuka kembali,”
ujar Berton dalam keterangannya dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Wisatawan Mancanegara


Berton menambakan dari ribuan penumpang tersebut, sebanyak 2.840 merupakan wisatawan mancanegara, sedangkan 811 lainnya merupakan wisatawan domestik.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo juga melaporkan aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman, dan kondusif,”
tambahnya.
Meski demikian, kondisi tersebut belum berarti seluruh sektor pariwisata NTT telah pulih sepenuhnya. Sejumlah destinasi wisata masih ditutup sementara untuk memastikan keselamatan wisatawan dan kelayakan infrastruktur setelah gempa.
























