Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kembali ditutup berlawanan arah pada Rabu, 19 Agustus 2026. Rupiah menguat, sedangkan IHSG melemah.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,12 persen atau 22 poin ke level Rp17.840 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,86 persen ke level 6.394.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah sejumlah nilai tukar negara Asia turut menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) 0,08 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,11 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,15 persen, Yen Jepang (JPY) 0,33 persen, dan Won Korea (KRW) berotot 1,26 persen.
Pendorong Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan menguatnya rupiah sejalan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate atau suku bunga tetap di level 5,75 persen.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 5,75 persen berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Rabu, 19 Agustus 2026.
Maka dengan itu, untuk perdagangan besok mata uang rupiah diperkirakan Ibrahim akan ditutup melemah direntang Rp17.840 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS.
Saham Anjlok


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,2 triliun dengan melibatkan 35,9 miliar saham dalam 2,2 juta kali transaksi. Sebanyak 238 saham naik, 188 tidak bergerak, dan 363 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) anjlok 14,72 persen ke Rp452
- PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melemah 11,86 persen ke Rp312
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melemah 11,76 persen ke Rp2.700
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) sebesar Rp188,45 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp170 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp165,60 miliar






















