Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat yang terdampak bencana pada 2026.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy mengatakan untuk penyaluran pihaknya bisa menugaskan Perum Bulog untuk distribusi bantuan bencana alam.
Total anggaran sebesar Rp1,2 triliun telah disiapkan pemerintah. Ini dialokasikan untuk penyaluran CPP dalam menanggulangi bencana alam selama tahun 2026 ini,”
kata Sarwo dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Sarwo mengatakan selain anggaran khusus bencana alam, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk program bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli, Agustus, dan September sebesar Rp17,5 triliun. Instrumen program ini bisa dijalankan secara beriringan untuk menyokong kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam.
Untuk bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), total beras yang digelontorkan sebesar 6,8 ribu ton yang bersumber dari gabungan alokasi program bencana dan bantuan pangan beras reguler. Anggaran kedua program tersebut diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Jadi, sudah ada anggarannya di 2026 khusus untuk bantuan bencana alam NTT itu yang terdampak 5 kabupaten. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sika, dan Nagekeo. Kemudian jumlah semuanya itu ada 6,8 ribu ton, kalau dikalikan Rp14 ribu per kilogram, ketemu sekitar Rp95,2 miliar,”
tuturnya.
Rincian Bantuan
Bila dirinci, per 19 Agustus Bapanas telah menetapkan total bantuan beras bagi 5 kabupaten di NTT sebagai aksi kesiapsiagaan penanggulangan bencana. Totalnya 6,8 ribu ton yang terdiri dari 990,3 ton merupakan program bantuan bencana dan 5,81 ribu ton yang merupakan program bantuan pangan beras reguler.
Adapun alokasi masing-masing kabupaten itu terdiri dari Kabupaten Manggarai dengan alokasi 81,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler. Lalu, Kabupaten Manggarai Timur dengan alokasi 153,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.
Selanjutnya, Kabupaten Ngada dengan alokasi 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Sikka dengan alokasi 6,88 ton bantuan bencana dan 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler.
Terakhir, Kabupaten Nagekeo dengan alokasi 661,18 ton bantuan bencana dan 625,14 ton bantuan pangan reguler.
Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional mencukupi untuk digelontorkan pada bantuan bencana dan keadaan darurat. Per 21 Agustus, total stol CBP masih di angka 5,17 juta ton, sehingga pemerintah siap membantu masyarakat melalui berbagai program.























