Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Cuma Musim Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Terus Berulang di Indonesia
Hype

Bukan Cuma Musim Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Terus Berulang di Indonesia

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
Last updated: Agustus 25, 2026 1:23 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
3 jam lalu
Share
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026). ( ANTARA FOTO/Rony Muharrman/YU)
SHARE

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia pada Agustus 2026. Munculnya titik panas dan kabut asap di beberapa daerah menjadi pengingat bahwa karhutla masih menjadi persoalan yang berulang, terutama saat musim kemarau.

Daftar isi Konten
  • Jejak Karhutla di Indonesia
  • Ulah Manusia

Karhutla bukan fenomena baru di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, karhutla kembali jadi di berbagai wilayah dengan tingkat kejadian yang berbeda-beda.

Kondisi cuaca yang lebih kering saat kemarau turut meningkatkan risiko lahan mudah terbakar dan membuat api lebih cepat meluas.

Persoalan karhutla juga tak semata-mata berkaitan dengan faktor cuaca. Aktivitas manusia, kondisi lahan, hingga cara pembukaan dan pengelolaan lahan dapat turut memengaruhi muncul dan meluasnya kebakaran.

Baca juga:
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong… Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan kembali…
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam… Seekor trenggiling ditemukan mati saat tim Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran hutan…
Bukan Cuma Water Bombing, Prabowo Kenalkan ‘Ubi Bombing’ untuk Jinakkan… Presiden RI Prabowo Subianto mendorong pengembangan metode baru untuk mempercepat penanganan kebakaran…
  • Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun…
  • Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
  • Bukan Cuma Water Bombing, Prabowo Kenalkan ‘Ubi Bombing’ untuk Jinakkan Karhutla

Jejak Karhutla di Indonesia

Berdasarkan laporan Indonesia’s Chronic Forest Fires 2023 yang dikutip pada Selasa, 25 Agustus 2026, Indonesia sudah berulang kali menghadapi karhula dalam skala besar. Dari laporan yang diterbitkan Greenpeace Indonesia pada Agustus 2024, periode karhutla 1997–1998 jadi salah satu yang dikenang.

Belasan tahun kemudian, persoalan serupa kembali terlihat pada 2015. Kemudian, karhutla kembali menjadi perhatian besar pada 2019 ketika luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai sekitar 1,65 juta hektare berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pola tersebut kembali terlihat pada 2023. Setelah kondisi kebakaran relatif lebih rendah pada 2022, luas area terbakar melonjak menjadi sekitar 1,16 juta hektare. Angka tersebut lima kali lebih tinggi dibandingkan 2022.

UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) menyebut fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi kering berkepanjangan sebagai salah satu faktor yang memperparah kebakaran pada tahun tersebut.

Pada 2024, luas lahan terbakar kembali turun. Data sistem pemantauan karhutla SiPongi mencatat luas lahan terbakar sekitar 105.539 hektare, jauh di bawah angka 2023. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pengendalian kebakaran dapat memberikan hasil ketika dilakukan secara efektif.

Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak Selalu Berulang

Rangkaian data tersebut memperlihatkan satu pola penting, karhutla dapat mereda pada satu periode, tetapi kembali meningkat ketika kondisi yang mendukung kebakaran muncul.

Karena itu, persoalannya bukan hanya bagaimana menangani kebakaran pada tahun tertentu, melainkan bagaimana mencegah pola yang sama.

Ulah Manusia

Dilansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup RI, musim kemarau yang panjang dan kering membuat vegetasi serta lahan menjadi lebih mudah terbakar. Fenomena El Niño turut memperburuk kondisi pada 2023 dengan menyebabkan periode kering yang lebih panjang.

UNDRR mencatat aktivitas manusia berkontribusi terhadap sekitar 98 persen kebakaran dalam kajiannya mengenai kebakaran Indonesia pada 2023. Faktor sosial dan ekonomi, termasuk penggunaan api sebagai cara yang lebih murah dan mudah untuk membuka lahan turut berperan dalam munculnya kebakaran.

Artinya, musim kemarau mungkin menciptakan kondisi yang lebih mudah memicu dan menyebarkan api, tetapi keberadaan api itu sendiri sering kali berkaitan dengan aktivitas manusia.

Selama ini, penanganan karhutla sering terlihat paling intens ketika api sudah muncul. Langkah tersebut tentu penting, tetapi tidak cukup jika ingin memutus siklus karhutla.

Wilayah yang pernah mengalami kebakaran seharusnya dapat menjadi dasar untuk menentukan lokasi prioritas pada musim kemarau berikutnya. Riwayat kebakaran, data titik panas, kondisi lahan, hingga pola cuaca dapat digunakan untuk memperkuat patroli dan deteksi dini sebelum api membesar.

Baca juga:
Riau Dilanda Bencana Ekologis, Reza Indragiri Dorong Pelaku Pembakaran Hutan… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Riau, terutama Kabupaten Indragiri…
Karhutla Mengganas, DPR Sentil Pemerintah Jangan Asal Salahkan Masyarakat Lokal Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Barat, menjadi sorotan…
Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengkritik pola penanganan kebakaran hutan dan lahan…
  • Riau Dilanda Bencana Ekologis, Reza Indragiri Dorong Pelaku Pembakaran Hutan Dijerat Ecocide
  • Karhutla Mengganas, DPR Sentil Pemerintah Jangan Asal Salahkan Masyarakat Lokal
  • Pemerintah Jangan Cuma Padamkan Api, Lakukan Mitigasi Agar Karhutla Tak Selalu Berulang

Dengan demikian, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya dilihat dari seberapa cepat api dapat dipadamkan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah jumlah kebakaran dan luas area yang terbakar dapat terus ditekan dari tahun ke tahun.

Karhutla yang kembali muncul setiap musim kemarau seharusnya menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada pemadaman. Jika kebakaran terus berulang dengan pola yang serupa, maka pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya perlu diubah menjadi dasar untuk memperkuat pencegahan.

Sebab, keberhasilan terbesar dalam pengendalian karhutla bukan ketika kita mampu memadamkan api dengan cepat, melainkan ketika semakin sedikit api yang harus dipadamkan.

Tag:cuacaKabut AsapKarhutlaKemarauTitik panas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
1
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
2
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
3
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
4
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi KIP
Hype

Desil Tukang Becak Naik dari 1 ke 9, Kisahnya Viral hingga Bikin Netizen Geram

Kisah seorang tukang becak di Kulon Progo, DIY, viral setelah status kesejahteraannya…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Bioskop mini bernama Jaksinema
Hype

Tanggal Tua Tetap Bisa Nonton! Jaksinema Pasar Rumput Buka, Tiket Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu

Tanggal tua bukan berarti harus menghapus agenda nonton dari daftar hiburan. Warga…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Viral Foto Diduga Peserta SPPI
Hype

Viral Foto Diduga Peserta SPPI Nongkrong di Barak, Komentar Netizen Bikin Geleng-geleng Kepala

Viral di media sosial unggahan yang memperlihatkan foto sejumlah pria mengenakan Pakaian…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
Prosesi khatam Al Quran dalam tradisi Mappacci
Hype

Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis

Setiap rangkaian pernikahan adat memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up