Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Hindari Marahi Anak di Lima Waktu Ini demi Kesehatan Mental dan Perkembangannya
Hype

Hindari Marahi Anak di Lima Waktu Ini demi Kesehatan Mental dan Perkembangannya

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 26, 2026 3:14 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 hari lalu
Share
Ilustrasi memarahi anak
Ilustrasi memarahi anak (Foto: unsplash Vitaly Gariev)
SHARE

Memarahi anak menjadi salah satu respons yang terkadang dilakukan orang tua ketika anak melakukan kesalahan.

Daftar isi Konten
  • Lima Waktu Dilarang
  • Marah dengan Cara Baik
  • Jangan Malu Meminta Maaf

Namun, bukan hanya isi teguran yang perlu diperhatikan, melainkan juga kondisi anak dan orang tua ketika komunikasi tersebut berlangsung.

Melansir dari laman KlikDokter (03 Mei 2022), psikolog anak dari Child Mind Institute, Steven Dickstein, MD, menjelaskan bahwa anak yang lelah atau lapar lebih mudah mengalami perubahan perilaku.

Karena itu, orang tua perlu mengenali pemicu tersebut dan berusaha tetap tenang sebelum merespons perilaku anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan orang tua menggunakan disiplin positif dengan kata-kata dan tindakan yang tenang.

Selain itu, waktu juga menjadi kunci dari efek Selain itu, waktu juga menjadi kunci dalam menentukan bagaimana teguran dapat diterima oleh anak.

Baca juga:
Ketakutan Naik Berat Badan Bisa Jadi Tanda Anoreksia, Ini Penjelasannya Ketakutan terhadap kenaikan berat badan terkadang membuat seseorang membatasi makanan secara berlebihan.…
71 Persen Orangtua Terkendala Biaya Terapi, Siapa yang Menjamin Pendampingan… Terapi menjadi kebutuhan penting bagi sebagian anak neurodivergent untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian mereka…
Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari… Orangtua ternyata jadi orang pertama yang sadar adanya perbedaan dalam tumbuh kembang…
  • Ketakutan Naik Berat Badan Bisa Jadi Tanda Anoreksia, Ini Penjelasannya
  • 71 Persen Orangtua Terkendala Biaya Terapi, Siapa yang Menjamin Pendampingan Anak Neurodivergent…
  • Survei AOM: 76 Persen Orang Tua Jadi yang Pertama Sadari Anak Alami…

Lima Waktu Dilarang

1. Saat Anak Hendak Tidur

Menjelang waktu tidur, anak yang sudah lelah dapat menjadi lebih mudah rewel. Alih-alih langsung memarahi, orang tua dapat membantu anak menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah anak lebih tenang dan siap berkomunikasi, barulah kesalahan yang dilakukan dibicarakan.

2.  Sesaat Setelah Anak Bangun Tidur

Orang tua dapat memberikan waktu kepada anak untuk bangun, bersiap, dan menyesuaikan diri terlebih dahulu. Jika ada kesalahan yang perlu dibicarakan, pembahasan dapat dilakukan setelah anak berada dalam kondisi yang lebih siap.

3.  Saat Sedang Makan

Jika anak melakukan kesalahan ketika makan, orang tua tetap dapat memberikan batasan. Namun, sampaikan dengan singkat dan tenang, misalnya, “Makanannya jangan dilempar, ya. Kalau sudah selesai, taruh di meja.”

4.  Saat Sedang Tantrum

Ketika anak sedang mengalami ledakan emosi, memarahinya dengan suara yang lebih keras sering kali tidak menyelesaikan masalah.

Anak yang sedang kewalahan oleh emosinya membutuhkan bantuan untuk kembali tenang sebelum dapat diajak membicarakan perilakunya.

5.   Saat Kondisi Orang Tua Sedang Marah

Ketika emosi orang tua sedang memuncak, risiko mengeluarkan kata-kata kasar, berteriak, bahkan melakukan kekerasan fisik dapat meningkat. Karena itu, orang tua tidak harus selalu menyelesaikan masalah saat itu juga.

Jika kondisi memungkinkan, ambil jeda beberapa menit untuk menenangkan diri sebelum berbicara dengan anak.

Marah dengan Cara Baik

Emosi tidak harid dilampiaskan dengan membentak, menghina, mempermalukan, atau memukul anak. Harvard Center on the Developing Child menjelaskan bahwa interaksi yang responsif antara anak dan pengasuh membantu membangun koneksi otak yang mendukung perkembangan sosial dan emosional.

Bukan Sekadar Bebas, Ini Cara Metode Montessori Mengembangkan Potensi Anak

Sebaliknya, stres yang kuat, sering, dan berkepanjangan tanpa dukungan orang dewasa dapat mengganggu perkembangan otak dan meningkatkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Karena itu, yang perlu dihindari bukan sekadar “marah”, melainkan pola kemarahan yang keras, berulang, dan membuat anak merasa tidak aman.

Jangan Malu Meminta Maaf

AAP juga menganjurkan komunikasi yang berfokus pada perilaku, bukan memberi label buruk kepada anak. Kalimat seperti “Ibu tidak suka ketika kamu melakukan itu” lebih membantu daripada mengatakan “Kamu anak nakal.”

Dan orang tua tidak harus menjadi sempurna setiap saat. Jika terlanjur membentak anak, orang tua dapat mengakui kesalahan dan meminta maaf setelah keadaan tenang.

Misalnya, “Tadi Ibu terlalu keras bicara. Ibu marah karena melihat kamu melakukan itu, tetapi cara Ibu menyampaikannya tidak tepat.”

Mendisiplinkan anak bukan berarti membuat anak takut kepada orang tua. Tujuannya adalah membantu anak memahami perilaku yang benar, belajar mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Disiplin yang tenang, konsisten, dan penuh penghargaan dapat membantu proses tersebut berjalan lebih baik.

Tag:Bangun TidurHendak TidurKesehatan AnakKesehatan MentalSedang Makan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
1
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
2
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
3
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
4
Demo 27 Agustus Memanas, Pos Polisi di Petamburan Dibakar Massa!
By Rahmat Tunny
Pos Polisi di Petamburan, Jakarta Dibakar Massa.
5

BERITA LAINNYA

Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
Hype

Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos

Polresta Padang berhasil mengamankan tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Ilustrasi rambut rontok
Hype

Jangan Diabaikan! Ini Tujuh Tips Ampuh Cegah Kerontokan Rambut

Rambut rontok saat menyisir, keramas, atau bahkan menempel di bantal sering kali…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Menu Daging MBG diduga terdapat peluru
Hype

Geger! Menu Daging MBG di Lampung Utara Diduga Mengandung Peluru Senapan Angin

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi bahan omongan netizen. Kali ini,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Rawon
Hype

Cita Rasa Rawon, Hidangan Tradisional dengan Kuah Hitam

Kuah hitam pekat dengan potongan daging sapi, taoge pendek, telur asin, kerupuk…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up