Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan arah pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. IHSG tercatat menguat, sedangkan rupiah mengalami pelemahan.
Rupiah tercatat melemah 0,11 persen atau 19 poin ke level Rp17.744 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat 1,81 persen ke level 6.521.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia juga ikut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,34 persen, Rupee India (INR) anjlok 0,11 persen, Ringgit Malaysia (MYR) 0,05 persen, dan Baht Thailand (THB) melemah 0,04 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan sentimen rupiah hari ini berasal dari harapan pembicaraan antara Iran dan Qatar untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Iran dan Oman sedang memfinalisasi perincian kesepakatan untuk mengendalikan Selat Hormuz,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Kamis, 27 Agustus 2026.
Selain itu, Ibrahim mengatakan pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI secara tertib dan damai tanpa kerusuhan.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,5 triliun dengan melibatkan 26,5 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 553 saham naik, 138 tidak bergerak, dan 96 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) menguat 25,35 persen ke Rp89
- PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menguat 25 persen ke Rp775
- PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menguat 25 persen ke Rp775
Sedangkan saham yang paling banyak dibeli asing atau net foreign buy diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp255,24 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp102,68 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp80,82 miliar

























