Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah ditutup berlawanan arah pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Rupiah menguat, sementara IHSG melemah tipis
Rupiah tercatat menguat 0,29 persen atau 51 poin ke level Rp17.693 per Dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah sebesar 0,06 persen ke level 6.518.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia juga turut menguat. Mereka diantaranya Ringgit Malaysia (MYR) dan Dolar Singapura (SGD) masing-masing menguat 0,08 persen.
Kemudian ada Rupee India (INR) menguat sebesar 0,14 persen terhadap dolar AS, dan Won Korea (KRW) perkasa sebesar 0,76 persen melawan dolar.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan menguatnya rupiah hari ini didorong oleh respons positif pasar karena Komsi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk periode 2026–2031.
Pasar merespons positif terhadap Komisi XI DPR RI secara resmi telah menyetujui dan menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026–2031,”
kata Ibrahim dalam risetnya Jumat, 28 Agustus 2026.
Selain itu, Ibrahim mengatakan pasar juga saat ini cenderung menahan diri dari mengambil posisi agresif sebelum melihat angka inflasi resmi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan depan.
Data inflasi ini menjadi indikator krusial bagi Bank Sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga kedepan. Inflasi yang terkendali dapat membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan, sementara inflasi yang tinggi akan memaksa suku bunga tetap ketat,”
jelasnya.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,1 triliun dengan melibatkan 35,2 miliar saham dalam 2 juta kali transaksi. Sebanyak 276 saham naik, 188 tidak bergerak, dan 328 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) melemah 14,91 persen ke Rp194
- PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melemah 14,29 persen ke Rp216
- PT Venteny Fortuna International (VTNY) melemah 8,99 persen ke Rp81
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp274,41 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp87,36 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp71,29 miliar.





















