Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 28 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Banyak Bank Parkir Dana di Surat Berharga, Begini Jurus BI Sebar Likuiditas
Ekonomi Bisnis

Banyak Bank Parkir Dana di Surat Berharga, Begini Jurus BI Sebar Likuiditas

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Agustus 28, 2026 5:57 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyesuaian skema insentif likuiditas guna mendorong bank mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Kebijakan ini dilakukan agar dana perbankan tidak hanya tersimpan dalam surat berharga, namun mampu mengalir ke kredit dan pasar uang.

Daftar isi Konten
  • Perilaku Likuiditas Perbankan
  • Tak Mau Disamaratakan

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan secara sistem, likuiditas perbankan saat ini masih terjaga. Namun, ada perbedaan perilaku antar kelompok bank dalam mengelola likuiditasnya.

Ada kelompok bank yang memegang surat berharga terlalu besar, tetapi tidak masuk pasar uang dan tidak menyalurkan kredit,”

ujar Alexander dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Baca juga:
BI Ubah Kebijakan Likuiditas 1 September, Sektor Ini Diincar Banyak… Bank Indonesia (BI) akan memperbarui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 September…
Intip 3 Tantangan Aida S. Budiman Jika Terpilih Menjadi Deputi… Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman dihadapkan pada…
Sektor Ekonomi Syariah Belum Optimal, DPR Colek Calon Gubernur BI… Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati mempertanyakan alasan…
  • BI Ubah Kebijakan Likuiditas 1 September, Sektor Ini Diincar Banyak Pembiayaan
  • Intip 3 Tantangan Aida S. Budiman Jika Terpilih Menjadi Deputi Gubernur Senior…
  • Sektor Ekonomi Syariah Belum Optimal, DPR Colek Calon Gubernur BI soal Kebijakan…

Perilaku Likuiditas Perbankan

Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)

BI memetakan perilaku likuiditas perbankan menggunakan dua indikator, yaitu Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan batas 84 persen dan rasio surat berharga terhadap pendanaan (SSB/funding) dengan batas 19 persen. 

Dari pemetaan ini, BI akan menemukan berapa banyak bank yang memiliki porsi surat berharga relatif tinggi, tetapi penyaluran kreditnya belum optimal.

Adapun hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan perilaku antar bank. Menurutnya, terdapat bank yang memiliki RIM tinggi namun di saat yang sama juga menempatkan dana cukup besar pada surat berharga. 

Sedangkan ada pula bank dengan RIM di bawah 84 persen dan rasio SSB/funding di bawah 19 persen, yang menunjukkan porsi penempatan dana pada surat berharga relatif lebih rendah.

Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah 25 bank dengan RIM di bawah atau sama dengan 84 persen, tetapi rasio SSB/funding di atas 19 persen. Kelompok tersebut menguasai sekitar 48,4 persen dari total surat berharga yang dimiliki perbankan. 

Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat likuiditas yang cukup besar di perbankan yang belum optimal mengalir ke kegiatan intermediasi, seperti penyaluran kredit.

Kami ingin mengarahkan pengelolaan likuiditas agar lebih optimal untuk mendukung intermediasi dan pendalaman pasar uang,”

tuturnya.

Tak Mau Disamaratakan

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)

Maka dari itu, BI tidak akan lagi memberikan insentif likuiditas dengan perlakuan yang sama kepada seluruh bank. Besaran dan arah insentif akan mempertimbangkan karakteristik portofolio serta perilaku likuiditas masing-masing bank.

Untuk penyesuaian itu akan dilakukan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Bila sebelumnya insentif lebih banyak diarahkan untuk mendorong pembiayaan, kini BI juga mempertimbangkan bagaimana bank mengelola likuiditas dan beroperasi di pasar uang.

Kalau surat berharganya sudah lebih dari 19 persen, kami tidak perlu menambahkan likuiditas lagi,”

terangnya.

Sementara, bagi bank yang memiliki rasio surat berharga terhadap pendanaan di bawah 19 pesen akan memperoleh tambahan insentif agar memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit. Sehingga, pemberian insentif tidak hanya berorientasi pada jumlah kredit, tetapi juga memperhatikan posisi likuiditas bank.

Selain itu, bank sentral juga membuka ruang agar bank mengelola kembali portofolio surat berharganya melalui transaksi pasar uang, termasuk repo. Melalui transaksi tersebut, surat berharga yang dimiliki bank dapat digunakan untuk memperoleh likuiditas tanpa harus terus bergantung pada tambahan likuiditas dari bank sentral.

Kalau surat berharga yang dimiliki cukup besar, boleh direpokan agar likuiditasnya bisa berputar,”

imbuhnya.
Baca juga:
Himbara Mulai Kekeringan Likuiditas, Calon Deputi Gubernur Senior BI Ungkap… Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengakui…
Visi Calon Deputi Gubernur Senior, Mau BI Jadi Bank Sentral… Calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengungkapkan…
Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026 Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas…
  • Himbara Mulai Kekeringan Likuiditas, Calon Deputi Gubernur Senior BI Ungkap Sebabnya
  • Visi Calon Deputi Gubernur Senior, Mau BI Jadi Bank Sentral Terbaik di…
  • Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026
Tag:Bank IndonesiaKreditlikuiditaspasar uangperbankanSurat Berharga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
1
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
2
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
3
Hakim Bongkar Kejanggalan Foto Keluarga Febrie Ditemukan di Rumah Sentul, Ada Pertanyaan Besar
By Rahmat Baihaqi
Hakim Richard Edwin Basoeki saat menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan kubu Febrie dalam sidang di PN Jakarta Selatan.
4
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Dokter Icha, Puan Pilih Hormati Hukum
By Rika Pangesti
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elit dari Daftar Penerima MBG, Ini Tujuannya

Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 80 sekolah dari daftar penerima program Makan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Catat! BGN Mau Buka Dapur SPPG Baru Tahun Ini, Janjikan Tak Minta Duit APBN Lagi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan tidak akan meminta tambahan anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Putuskan Rp120 Triliun Keuntungan Danantara Dialihkan ke APBN Tahun Ini

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pengalihan sebagian keuntungan Badan Pengelola Daya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Berotot Rp17.693 per Dolar AS, Tapi IHSG Malah Merosot 0,06 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah ditutup berlawanan arah pada perdagangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up