Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga mengemplang pajak. Akibatnya, negara diperkirakan merugi hingga Rp5 triliun.
Purbaya mengatakan dari total perusahaan yang mengemplang pajak tersebut, baru satu perusahaan yang diperiksa. Sementara, sisanya masih akan dikejar.
Saya punya list 40 baru diperiksa satu, yang lain belum dikejar. Itu aja kita kira-kira mungkin bocor Rp4 triliun hingga Rp5 triliun,”
kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Purbaya mengatakan dari hasil penelusuran Kemenkeu, perusahan-perusahaan itu manipulasi bahan bangunan, operasional, hingga maraknya barang impor bodong yang beredar bebas di pasaran umum.
Selama ini penanganannya belum terlalu serius. Saya akan beresin itu supaya serius,”
jelas Purbaya.
Dia mengungkapan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lapangan, potensi kerugian negara dari satu perusahaan diperkirakan sebesar Rp1 triliun per tahun.
Menurutnya, penertiban ini tidak hanya membidik Pajak Penghasilan (PPh). Namun, juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta pelanggaran jalur impor.
PPH, PPN, apa semuanya. Impor-impornya juga bohong semuanya itu. Jadi kan kita beresin yang betul,”
imbuhnya.





















