Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menuding partainya tengah menjadi sasaran serangan informasi di media sosial dengan dikaitkan pada sejumlah isu sensitif, mulai dari pemakzulan Presiden Prabowo Subianto, polemik ijazah Jokowi, aksi demonstrasi hingga isu keretakan hubungan Prabowo dan Jokowi.
Deddy juga menyoroti unggahan akun instagram mantan presiden yang disebut ikut menyebarkan klaim mengenai seorang perempuan yang mengaku kader PDIP, padahal menurutnya bukan bagian dari partai.
Serangan di media sosial terhadap PDI Perjuangan memang luar biasa,”
tulisnya yang dikutip dari unggahannya di facebook, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Deddy, PDIP tidak memiliki kaitan dengan sejumlah isu yang belakangan dikaitkan dengan partai tersebut.
Ia mempertanyakan alasan PDIP terus diseret ke dalam isu pemakzulan, polemik ijazah, aksi demonstrasi maupun dugaan keretakan hubungan di lingkaran kekuasaan.
Padahal apa hubungan PDI Perjuangan soal pemakzulan, ijazah, demo dan keretakan hubungan di puncak kekuasaan???,”
tanya Deddy.
Dikatakannya, pola serangan tersebut dinilai sebagai upaya membangun persepsi tertentu terhadap PDIP melalui media sosial. Deddy menilai narasi yang beredar tidak menggambarkan posisi resmi partai.
Ngakunya semangat dan kehebatan segede gajah tapi kelakuan seperti tikus gorong2!! Dasar ternak berbayar!!!!,”
sambungnya.
Akun Jokowi Disorot
Deddy kemudian menyoroti akun milik mantan presiden yang menurutnya turut membagikan konten mengenai seorang perempuan yang kerap muncul dalam aksi dan mengaku sebagai kader PDIP.
Ia menilai unggahan tersebut justru memperbesar penyebaran informasi yang tidak benar mengenai partainya.
Akun mantan Presiden menyebar hoax, sampah! Panik ya, ya iyalah!!,”
ungkapnya.
Lebih jauh dia mempertanyakan sikap mantan presiden yang disebutnya tetap aktif menggunakan media sosial dan menanggapi berbagai dinamika politik. Menurut Deddy, keterlibatan tersebut justru berpotensi memperluas informasi yang belum terverifikasi.
Udah benar kalau jadi mantan itu baiknya kembali masuk gorong-gorong. Ehh, malah main medsos dan menyebar hoax!!!,”
terangnya.
Deddy menilai, situasi tersebut menunjukkan bagaimana isu politik di media sosial dapat digunakan untuk membangun narasi yang mengaitkan partai dengan berbagai persoalan nasional. Ia pun mengaitkan pola tersebut dengan kepentingan kekuasaan.
Orang kalau candu kekuasaan itu memang susah dinasehati!!,”
tutup Deddy dalam postingannya.
Deddy menegaskan PDIP tidak ingin terseret dalam narasi yang menurutnya sengaja dibangun untuk mengaitkan partai dengan isu pemakzulan maupun konflik di antara elite kekuasaan.
Ia meminta publik lebih kritis terhadap identitas dan afiliasi politik seseorang sebelum mengaitkannya dengan partai.





















