Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 1 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Frozen Shoulder, Saat Bahu Menjadi Kaku dan Sulit Digerakkan
Kesehatan

Frozen Shoulder, Saat Bahu Menjadi Kaku dan Sulit Digerakkan

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 31, 2026 10:54 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi bahu sakit
Ilustrasi bahu sakit (Foto: Freepik/stockking)
SHARE

Bahu terasa kaku, nyeri, dan sulit digerakkan bahkan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau mengambil dompet di saku belakang? Kondisi ini bisa menjadi tanda frozen shoulder atau secara medis disebut adhesive capsulitis.

Daftar isi Konten
  • Frozen Shoulder
  • Tiga Fase Frozen Shoulder
  • Cara Mengatasi

Pada kondisi normal, kapsul bahu bersifat elastis sehingga lengan dapat bergerak ke berbagai arah. Namun, peradangan pada frozen shoulder dapat membuat kapsul menebal dan membentuk jaringan parut. Akibatnya, gerakan bahu menjadi terbatas dan dapat menimbulkan rasa nyeri.

Frozen Shoulder

Melansir dari laman Halodoc (29 Juni 2026), frozen shoulder atau secara medis disebut adhesive capsulitis dapat berkembang secara bertahap dan tidak selalu memiliki penyebab yang jelas.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia 40–60 tahun.

Diabetes melitus menjadi salah satu kondisi yang berkaitan dengan peningkatan risiko frozen shoulder. Gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat berperan.

Selain itu, bahu yang lama tidak digerakkan setelah cedera, operasi, atau patah tulang dapat membuat sendi kehilangan kelenturannya dan lebih mudah mengalami kekakuan.

Baca juga:
Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada lebih dari 10,67 juta penduduk…
Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru… Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahaya paparan kabut asap kebakaran hutan dan…
Saat Otak Terus Bilang “Gimana Kalau…?”, Begini Cara Anxiety Disorder… Anxiety disorder membuat otak terus berada dalam mode siaga terhadap skenario terburuk,…
  • Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya
  • Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru dan Otak
  • Saat Otak Terus Bilang “Gimana Kalau…?”, Begini Cara Anxiety Disorder Bekerja

Kondisi tersebut juga dapat terjadi setelah seseorang menjalani operasi yang membuat pergerakan lengan terbatas, seperti operasi payudara.

Trauma atau cedera pada bahu juga dapat memicu proses peradangan yang kemudian membatasi rentang gerak sendi.

Tiga Fase Frozen Shoulder

Frozen shoulder tidak muncul dan memburuk dalam satu malam. Kondisi ini umumnya berkembang melalui tiga fase, yaitu freezing, frozen, dan thawing. Setiap fase memiliki karakteristik yang berbeda.

  1. Fase Freezing Merupakan tahap ketika nyeri dan keterbatasan gerak mulai berkembang. Bahu terasa semakin sakit setiap kali digerakkan dan rasa nyeri sering kali lebih mengganggu pada malam hari. Seiring waktu, rentang gerak bahu mulai semakin terbatas. Pada tahap ini, penderita biasanya mulai kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan bahu, seperti mengenakan pakaian, menyisir rambut, atau mengangkat tangan.
  2. Fase Frozen Memasuki fase frozen, rasa nyeri pada sebagian orang mulai berkurang. Namun, bukan berarti kondisi bahu sudah membaik. Justru, kekakuan biasanya menjadi semakin terasa sehingga pergerakan lengan menjadi sangat terbatas.
  3. Fase Thawing Pada fase thawing, pergerakan bahu secara perlahan mulai membaik. Rentang gerak yang sebelumnya terbatas dapat kembali bertambah dan rasa kaku berangsur-angsur berkurang.

Gejala Perlu Diperhatikan

Gejala utama frozen shoulder adalah nyeri dan kekakuan pada bahu. Rasa sakit dapat muncul ketika bahu digerakkan maupun saat beristirahat, terutama pada malam hari.

Jangan Kaget, Ini Penyebab Asam Urat Naik Meski Masih Muda

Seiring perkembangan kondisi, rentang gerak bahu juga semakin terbatas. Penderita mungkin kesulitan mengangkat tangan ke atas, menjangkau benda di belakang tubuh, mengenakan pakaian, atau menyisir rambut.

Cara Mengatasi

Penanganan frozen shoulder dapat meliputi obat pereda nyeri, fisioterapi, dan latihan untuk mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak bahu.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tetap menggerakkan bahu sesuai kemampuan.

Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah pendulum stretch. Caranya, condongkan tubuh sedikit ke depan dan biarkan lengan yang bermasalah menggantung dengan rileks.

Setelah itu, gerakkan lengan perlahan membentuk lingkaran kecil. Gerakan harus dilakukan secara perlahan dan tidak dipaksakan.

Kompres hangat juga dapat digunakan sebelum melakukan latihan untuk membantu mengurangi rasa kaku. Sementara itu, kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri setelah aktivitas tertentu. Namun, latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Tag:Bahu KakuFrozen ShoulderKesehatanTerapi Diri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Mulai 1 September Harga BBM Pertamina Naik: Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
By Natania Longdong
Pengendara sepeda motor melintas usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertamax 92 di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026).
1
Viral Warga Bogor Segel Alfamart Minta Bangunan Dialihfungsikan Jadi Kopdes Merah Putih, Netizen: Emang Bakal Laku?
By Ani Ratnasari
Alfamart di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor
2
Boleh Delulu, Asal Tetap Action: Bongkar Mitos di Balik Tren Gen Z Gemar Manifesting
By Ani Ratnasari
Ilustrasi tren gen Z terkait manifesting di media sosial.
3
Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Akhirnya Pensiun dari Timnas Argentina
By Hadi Febriansyah
Lionel Messi kenag sulitnya lawan Swiss di Piala Dunia 2014
4
Anak Terancam Gagal Dapat Beasiswa Karena Data Desil, DPR Desak Pemerintah Bertindak
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi X DPR RI, Stevano Rizki Adranacus.
5

BERITA LAINNYA

Pasien open fetal surgery setelah menjalan tindakan oleh tim medis, di RSAB Harapan Kita, Jakarta, 25 Agustus 2026.
Kesehatan

Pertama di Indonesia! RSAB Harapan Kita Bedah Janin dalam Kandungan

Kelainan bawaan pada bayi kini dapat ditangani bahkan sebelum persalinan. Tim dokter…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
17 jam lalu
Sebuah perahu melintasi Sungai Kapuas yang diselimuti kabut asap di Pontianak, Kalimantan Barat
Kesehatan

Karhutla Kepung 10,67 Juta Warga, Pontianak Masuk Level Udara Berbahaya

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada lebih dari 10,67 juta penduduk…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
21 jam lalu
Petugas menimbang berat badan anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah
Kesehatan

Bukan Sekadar Cari Nafkah, Ayah Punya Peran Penting Cegah Stunting

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pemenuhan kesehatan dan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Tjilik Riwut yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Kesehatan

Kabut Asap Karhutla Ancam Anak-anak, Kemenkes Soroti Risiko pada Paru-paru dan Otak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahaya paparan kabut asap kebakaran hutan dan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up