Bahu terasa kaku, nyeri, dan sulit digerakkan bahkan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau mengambil dompet di saku belakang? Kondisi ini bisa menjadi tanda frozen shoulder atau secara medis disebut adhesive capsulitis.
Pada kondisi normal, kapsul bahu bersifat elastis sehingga lengan dapat bergerak ke berbagai arah. Namun, peradangan pada frozen shoulder dapat membuat kapsul menebal dan membentuk jaringan parut. Akibatnya, gerakan bahu menjadi terbatas dan dapat menimbulkan rasa nyeri.
Frozen Shoulder
Melansir dari laman Halodoc (29 Juni 2026), frozen shoulder atau secara medis disebut adhesive capsulitis dapat berkembang secara bertahap dan tidak selalu memiliki penyebab yang jelas.
Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa berusia 40–60 tahun.
Diabetes melitus menjadi salah satu kondisi yang berkaitan dengan peningkatan risiko frozen shoulder. Gangguan pada kelenjar tiroid juga dapat berperan.
Selain itu, bahu yang lama tidak digerakkan setelah cedera, operasi, atau patah tulang dapat membuat sendi kehilangan kelenturannya dan lebih mudah mengalami kekakuan.
Kondisi tersebut juga dapat terjadi setelah seseorang menjalani operasi yang membuat pergerakan lengan terbatas, seperti operasi payudara.
Trauma atau cedera pada bahu juga dapat memicu proses peradangan yang kemudian membatasi rentang gerak sendi.
Tiga Fase Frozen Shoulder
Frozen shoulder tidak muncul dan memburuk dalam satu malam. Kondisi ini umumnya berkembang melalui tiga fase, yaitu freezing, frozen, dan thawing. Setiap fase memiliki karakteristik yang berbeda.
- Fase Freezing Merupakan tahap ketika nyeri dan keterbatasan gerak mulai berkembang. Bahu terasa semakin sakit setiap kali digerakkan dan rasa nyeri sering kali lebih mengganggu pada malam hari. Seiring waktu, rentang gerak bahu mulai semakin terbatas. Pada tahap ini, penderita biasanya mulai kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan gerakan bahu, seperti mengenakan pakaian, menyisir rambut, atau mengangkat tangan.
- Fase Frozen Memasuki fase frozen, rasa nyeri pada sebagian orang mulai berkurang. Namun, bukan berarti kondisi bahu sudah membaik. Justru, kekakuan biasanya menjadi semakin terasa sehingga pergerakan lengan menjadi sangat terbatas.
- Fase Thawing Pada fase thawing, pergerakan bahu secara perlahan mulai membaik. Rentang gerak yang sebelumnya terbatas dapat kembali bertambah dan rasa kaku berangsur-angsur berkurang.
Gejala Perlu Diperhatikan
Gejala utama frozen shoulder adalah nyeri dan kekakuan pada bahu. Rasa sakit dapat muncul ketika bahu digerakkan maupun saat beristirahat, terutama pada malam hari.
Seiring perkembangan kondisi, rentang gerak bahu juga semakin terbatas. Penderita mungkin kesulitan mengangkat tangan ke atas, menjangkau benda di belakang tubuh, mengenakan pakaian, atau menyisir rambut.
Cara Mengatasi
Penanganan frozen shoulder dapat meliputi obat pereda nyeri, fisioterapi, dan latihan untuk mempertahankan atau meningkatkan rentang gerak bahu.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah tetap menggerakkan bahu sesuai kemampuan.
Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah pendulum stretch. Caranya, condongkan tubuh sedikit ke depan dan biarkan lengan yang bermasalah menggantung dengan rileks.
Setelah itu, gerakkan lengan perlahan membentuk lingkaran kecil. Gerakan harus dilakukan secara perlahan dan tidak dipaksakan.
Kompres hangat juga dapat digunakan sebelum melakukan latihan untuk membantu mengurangi rasa kaku. Sementara itu, kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri setelah aktivitas tertentu. Namun, latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.




















