Asam urat selama ini identik dengan penyakit yang menyerang orang lanjut usia. Padahal, kondisi ini juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda.
Berbagai kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola makan, berat badan berlebih, hingga kondisi kesehatan tertentu, dapat menyebabkan kadar asam urat meningkat bahkan pada remaja dan orang dewasa muda.
Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar dapat dicegah sejak dini.
Asam Urat Kini Bergeser ke Usia Muda
Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) dan laporan Kementerian Kesehatan RI, penyakit asam urat kini tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia.
Di Indonesia, sekitar 32 persen kasus asam urat terjadi pada individu berusia di bawah 34 tahun, sedangkan 68 persen lainnya dialami oleh kelompok usia di atas 34 tahun.
Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran tren, di mana semakin banyak orang usia muda mengalami peningkatan kadar asam urat akibat berbagai faktor, seperti pola makan, obesitas, dan gaya hidup yang kurang sehat.
Apa Itu Asam Urat?
Dari laman Kementerian Kesehatan, Asam urat adalah kondisi ketika kadar uric acid dalam darah terlalu tinggi sehingga membentuk kristal di sekitar sendi.
Asam urat merupakan zat yang dihasilkan tubuh saat memecah purin, yaitu senyawa yang berasal dari makanan dan diproduksi secara alami oleh tubuh.
Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui urine. Namun, jika kadarnya berlebihan atau proses pembuangannya terganggu, kristal asam urat dapat menumpuk di sendi dan menyebabkan peradangan, nyeri, serta bengkak.
Gejala Asam Urat Perlu Diwaspadai
Keluhan yang paling khas adalah nyeri sendi yang terasa sangat hebat, terutama pada pangkal jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut.
Rasa nyeri biasanya mencapai puncaknya dalam 12–24 jam pertama dan sering muncul pada malam hingga dini hari.
Selain nyeri, sendi yang terkena dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, terasa panas, dan kaku sehingga sulit digerakkan.
Pada kasus yang berlangsung lama dapat terbentuk benjolan keras berisi kristal asam urat yang disebut tofi di sekitar sendi atau jaringan di bawah kulit.
Penyebab Asam Urat Naik di Usia Muda
Asam urat tinggi pada usia muda dapat dipicu oleh gaya hidup maupun faktor kesehatan. Berikut beberapa penyebab utamanya:
- Pola makan tinggi purin: sering mengonsumsi jeroan, daging merah, seafood, dan makanan olahan.
- Minuman manis dan alkohol: dapat meningkatkan kadar asam urat dan menghambat pembuangannya.
- Obesitas: membuat produksi asam urat meningkat dan membebani kerja ginjal.
- Kurang aktivitas fisik: meningkatkan risiko penumpukan asam urat.
- Faktor genetik: riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko.
- Kondisi medis atau obat tertentu: seperti gangguan ginjal, hipertensi, dan penggunaan diuretik.
Makanan Dihindari Penderita Asam Urat
Selain menerapkan gaya hidup sehat, mengatur pola makan juga menjadi salah satu cara penting untuk mengontrol kadar asam urat.
Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi:
- Jeroan, seperti hati, ginjal, jantung, limpa, usus, dan otak.
- Daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba.
- Daging olahan, misalnya sosis, nugget, kornet, dan ham.
- Seafood bercangkang, seperti udang, kepiting, lobster, kerang, dan tiram.
- Ikan tinggi purin, seperti sarden, teri, makarel (ikan kembung), dan herring.
- Minuman beralkohol, terutama bir, karena dapat menghambat pembuangan asam urat melalui ginjal.
- Makanan yang mengandung ekstrak ragi, seperti beberapa jenis penyedap rasa atau sup instan.
- Makanan dan minuman tinggi fruktosa, misalnya minuman bersoda, sirup, serta minuman kemasan dengan tambahan gula.
Asam urat tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut. Pola makan yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, obesitas, hingga faktor genetik dapat membuat kadar asam urat meningkat sejak usia muda.
Jika mengalami nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, terutama disertai bengkak dan kemerahan, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sebelum menimbulkan komplikasi.



















